iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

Dia mengutip penelitian The Economist yang menyebutkan, tanpa redistribusi surplus vaksin
dari negara maju 1 sampai 2, 8 juta bisa melayang. Untuk itu kedepannya, doses sharing akan
menjadi penting. Menlu mengatakan, Dirjen WHO mengharapkan komitmen dose sharing segera dipenuhi paling lambat akhir September 2021. COVAC pun mengeluarkan pernyataan serupa bahwa dose sharing dapat dilakukan dalam skala lebih besar.

"Target COVAC untuk menyalurkan 2 miliar dosis pada akhir 2021 menghadapi kendala. Termasuk larangan ekspor, kelangkaan pasokan dibanding permintaan, dan keterlambatan regulatory approval," ujarnya.

Dia mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dilalui sebelum 'peperangan' ini dapat dimenangkan. Menlu memastikan mesin diplomasi Indonesia akan terus bergerak dengan kecepatan penuh agar kebutuhan vaksin nasional dapat terpenuhi. Dengan tetap menyuarakan akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara.

"Dukungan rakyat Indonesia dengan melakukan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan sangat
diperlukan. Ayo vaksinasi, dan kita jalankan protokol kesehatan. Insya Allah dengan ikhtiar kita
semua dan kerja keras bersama, kedisiplinan, dan persatuan kita dapat keluar dari pandemi," kata Menlu.

Duta Besar Perancis untuk Indonesia Olivier Chambard mengatakan, 358.700 dosis vaksin
AstraZeneca merupakan tahap pertama dari total 3 juta komitmen pemerintah Perancis melalui
fasilitas COVAC. Dia memastikan, pemerintah Perancis mendukung program vaksinasi yang
dilakukan Indonesia.(*)


Berita Terkait



add images