iklan Pengemis anak-anak maupun orang tua beroperasi di jalan protokol.
Pengemis anak-anak maupun orang tua beroperasi di jalan protokol.

JAMBIUPDATE.CO, CILEGON– Anak-anak mulai dari balita hingga usia sekolah seakan menyerbu Kota Cilegon, Banten untuk mengemis. Mereka terlihat di sejumlah jalan protokol.

Mereka banyak terlihat mengemis di depan Cilegon Center Mal, jembatan Sari Kuring Indah, lampu merah Alun-alun Kota Cilegon, serta simpang tiga Alun-alun-DPRD Kota Cilegon. Bahkan beberapa di antaranya aksi mengemis itu dilakukan bersamaan dengan orangtuanya.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Cilegon, Hidayatullah tak menampik jika banyak anak kecil yang mengemis.

Namun Dayat menampik jika aksi itu benar-benar terjadi karena adanya eksploitasi anak olah orangtua atau pihak tertentu.

“Kalau dari hasil pendataan itu keinginan anaknya, jadi ibunya dagang di alun-alun, anaknya ngemis,” ujar Dayat dikutip RadarBanten.co.id, Minggu (3/10).

Dijelaskan Dayat, faktor yang membuat banyaknya pengemis karena penghasilan setiap hari dianggap lumayan besar.

Satu hari, penghasilan mengemis berkisar dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Dijelaskan Dayat, dari hasil monitoring dan pendataan, tidak semua pengemis merupakan warga Kota Cilegon, ada juga yang berasal dari Kabupaten Serang.


Berita Terkait



add images