JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Maraknya aksi tawuran di sejumlah wilayah di Indonesia, kerap kali dilakukan oleh pemuda balasan tahun. Pada usia itu, emosi itu disebut-sebut tidak menentu.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Perlindungan, Perlindungan Perempuan dan Anak atau kemenpppa.go.id, secara fisik dan psikologis, remaja sebetulnya berada dalam masa transisi.

Pada masa transisi itu, para remaja itu ingin mendapat pengakuan dari orang lain atau ingin tampil eksis di tengah masyarakat.

“Di tengah-tengah posisi yang tidak menentu dan dalam keadaan emosi yang tidak stabil akibat perubahan fisik dan kelenjar dalam tubuh, sebuah identitas diri remaja juga sangatlah penting untuk mendapatkan pengakuan akan keberadaan (eksistensi),” tulis di laman resmi Kementerian PPPA, yang dilihat hari ini.

Sementara, pemicu yang membuat aksi tawuran kerap terjadi selalu hanya karena masalah sepele, yang terjadi antara salah satu pemuda dengan pemuda lain, yang berbeda kelompok pertemanan.

“Faktor pemancing terjadinya tawuran pun biasanya sepele, mulai dari adanya sebuah pertandingan atau nonton konser, bersenggolan di bis, berebut pacar, bahkan tidak jarang saling menatap antar sesama pelajar mampu mengawali sebuah tindakan tawuran, karena mereka menganggapnya sebagai sebuah tantangan,” tambahnya.

Khusus untuk di Makassar, aksi tawuran juga sudah tak asing. Sejumlah wilayah yang kerap terjadi tawuran seperti di Kecamatan Ujung Tanah, Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Tallo, dan Kecamatan Makassar.

Berkali-kali dibubarkan oleh aparat kepolisian, namun para pelaku justru kembali berbuat pada keesokan harinya.

Polisi pun meminta agar para orang tua dan tokoh masyarakat dan agama agar terlibat untuk mencegah aksi saling serang tersebut. Imbas dari aksi itu pun akan meresahkan masyarakat.

“Kami harapkan kelompok pemuda yang kerap tawuran untuk tidak melakukan sesuatu yang negatif yang bisa berdampak luas terhadap keamanan di Sulsel secara keseluruhan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Zulpan. (Ishak/fajar)


Sumber: www.fajar.co.id

Komentar

Rekomendasi




add images