JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA– Aktivis HAM Natalius Pigai kembali berteriak meminta pemerintah menghentikan operasi militer di Papua.
Hal itu diungkapkan terkait kondisi di beberapa daerah yang makin mengkhawatirkan.
Terbaru, dilansir dari Suarapapua.com, sebanyak 1.955 warga dari dua kampung di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya mengungsi ke gereja dan beberapa rumah penduduk.
Mereka mengungsi setelah terjadi baku tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan aparat dari Satgas Nemangkawi sejak 26 Oktober kemarin.
“1.955 Warga Mengungsi ke Gereja Katolik Paroki Bilogai,” tulis Natalius di akun Twitternya sambil membagikan tautan berita, Sabtu (30/10/2021).
Mantan Komisioner Komnas HAM itu lantas menyebut keberhasilan pemerintah era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menyelesaikan konflik di Aceh.
Sementara hingga saat ini, kata Natalius sudah empat kali pemerintah mengeluarkan perintah operasi militer di Papua. Tapi kenyataannya kondisi di sana makin destruktif.
“Mengapa SBY mampu selesaikan Aceh, namun Papua makin destruktif hari ini. Dlm catatan Sy sdh 4 kali perintah operasi oleh Presiden,” jelasnya.
Karena itu, secara tegas dirinya meminta Presiden Joko Widodo menghentikan operasi militer di Bumi Cendrawasih.
“Hentikan operasi militer di Papua dan ciptakan perdamaian abadi,” pungkasnya. (msn/fajar)
Sumber: www.fajar.co.id
