iklan
Langkah tersebut dilatar belakangi keprihatinan dirinya melihat pelajar sekolah negeri, diluar sekolah Islam, banyak yang buta aksara Al-Quran. Selain itu, menurut Fasha dengan diwisudanya ribuan tahfizh Al-Quran ini, mampu menjawab keraguan orang tua bahwa para penghafal Al-Quran juga mampu dicetak di sekolah formal di Kota Jambi. Kebijakan Wali Kota Jambi itu pun mendapat apresiasi, baik dari orang tua murid maupun hafiz-hafizah penghapal Al-Quran yang direkrut khusus menjadi pengajar tahfiz di Kota Jambi.

Menanamkan pondasi agama yang kuat dimulai dari lingkungan terkecil (keluarga-red), memang menjadi salah satu aspek penting yang dilakukan Wali Kota Jambi Syarif Fasha dalam membangun Kota Jambi. Sesuai visi pembangunannya dalam RPJMD, Fasha ingin menjadikan akhlak dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan di Kota Jambi. Terbukti, berbagai program kegiatan Pemerintah Kota Jambi dilakukan untuk merealisasikan upaya tersebut. Seperti menggalakkan pengajian antara Maghrib dan Isya (PAMI) yang rutin dilaksanakan untuk membudayakan gemar baca Al-Quran dan memberantas buta aksara Al-Quran di masjid-masjid, langgar-langgar, taman-taman pelajaran Al-Quran (TPA) dan lain-lain. 

Pemberian insentif kepada guru ngaji, pengurus masjid, bahkan fardhu kifayah (pemandi jenazah) pun juga dilakukan sebagai upaya penguatan syiar Islam di Kota Jambi. Termasuk pengangkatan hafiz dan hafizah sebagai guru ngaji (tahfizh) diberbagai sekolah dalam Kota Jambi. Selain itu Pemkot juga rutin menggelar Musabaqah Tilawatil Quran disetiap kecamatan dan kelurahan, termasuk Festival Anak Shaleh (FASI) dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota. (hfz)


Berita Terkait



add images