Sapuan turut mengimbau masyarakat Provinsi Jambi untuk menilai secara langsung kondisi di lapangan, terutama jika terdapat isu-isu negatif yang beredar terkait pembangunan Masjid Islamic Center. Sapuan juga langsung menanyakan pada petugas penjaga Islamic Center terkait kondisi terbaru saat ini.
"Fakta di lapangan juga harus kita lihat, dan petugas lapangan juga menyebut sudah tak ada lagi bocor karena telah tertangani dengan adanya kaca dan saluran yang sudah dipastikan tak tersumbat," tegasnya.
Selain itu, Anggota Komisi III lainnya Ahmad Fauzi Ansori mempertanyakan isu yang berkembang terkait arah kiblat yang dirumorkan kurang tepat. Terkait ini Ahmad Fauzi Ansori mendapatkan jawaban pasti. Dengan adanya sertifikat yang secara keilmuan diukur oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jambi.
"Tadi telah ditunjukkan oleh kontraktor bukti arah kiblat yang telah ada sertifikatnya, sertifikat ini agar diberikan ke kami DPRD juga," sebutnya.
Disamping itu Fauzi bertanya terkait ketersediaan akses bagi Disabilitas pada masjid ini. Fauzi mendapatkan penjelasan sudah dipersiapkan akses untuk itu.
"Untuk jembatan akses juga disampaikan ada pada jembatan akses dibagian depan artinya sudah dipersiapkan," kata Politisi Demokrat ini.
Sementara itu, Kadis PUPR melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Islamic Center Dinas PUPR Iwan Syafwadi menyebut pembangunan telah dilakukan sesuai dengan perencanaan.
Untuk perancangan, telah matang dilakukan seperti unsur arsitektural, Struktural dan mekanikal elektrikal. Yakni terdapat akses masuk, akses difabel sudah diperhitungkan.
"Termasuk hal yang paling berdampak terhadap keselamatan bangunan, contohnya beban angin, gempa. Dan itu sudah diperhitungkan kami sudah melaksanakan analisis dengan konsultan pengawas dan dijamin tak ada kegagalan konstruksi, faktanya bangunan berdiri dan bisa dimanfaatkan untuk shalat 5 waktu dan Shalat Jum'at," katanya. (aan)
