Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa pemerintah daerah juga terus memperkuat berbagai layanan publik lainnya, termasuk penyediaan air bersih melalui Perumda Air Minum.
Ia mencontohkan langkah cepat pemerintah dalam menindaklanjuti keluhan warga terkait distribusi air bersih di kawasan Kenali Asam dengan melakukan penyesuaian sistem distribusi sembari menunggu pengadaan peralatan baru.
“Kami ingin memastikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara cepat. Karena itu, kami mendorong warga untuk aktif menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan melalui RT, lurah, camat, maupun perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 07 Kenali Asam, Aad Junaidi, menjelaskan bahwa Program Kampung Bahagia tahun 2026 di wilayahnya difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni pembangunan drainase sepanjang 58 meter, pemasangan dua unit CCTV untuk mendukung keamanan lingkungan, serta pengadaan bentor sebagai sarana pendukung pelayanan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Program ini sangat membantu masyarakat dan mempercepat pembangunan lingkungan yang selama ini menjadi kebutuhan warga,” katanya.
Hal senada disampaikan warga setempat, Supriani, yang berharap Program Kampung Bahagia dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lingkungan di Kota Jambi.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, Program Kampung Bahagia menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, pembangunan lingkungan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam mewujudkan Kota Jambi yang bersih, aman, dan sejahtera.(*)
