iklan Ikuti Imbauan Gubernur, Kadisdik Provinsi Jambi Apresiasi SMKN 9 Tanjabbar Perdana Gelar Shalat Istisqa
Ikuti Imbauan Gubernur, Kadisdik Provinsi Jambi Apresiasi SMKN 9 Tanjabbar Perdana Gelar Shalat Istisqa

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi, M. Umar, memberikan apresiasi kepada sejumlah satuan pendidikan yang telah melaksanakan shalat istisqa guna memohon turunnya hujan di tengah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa Kabupaten di Jambi. Hal ini sebelumnya telah sering diimbau oleh Gubernur Jambi Al Haris dan diterjemahkan langsung oleh Kadisdik mengimbau kepada sekolah di bawah naungan Pemprov.

Kadisdik Umar menyebutkan bahwa dirinya telah mengimbau sekolah-sekolah untuk melaksanakan shalat istisqa. Imbauan tersebut mendapat respons positif, di mana sejumlah sekolah terpantau telah melaksanakannya sejak Kamis pekan lalu."Alhamdulillah menurut informasi ini, beberapa sekolah dari hari Kamis yang lalu itu sudah melaksanakan istisqa di beberapa satuan pendidikan," ujar Umar kepada Jambi Ekspres (19/8/2026).

BACA JUGA: Terjawab! Ini Alasan Sugiyono Mengajukan Pengunduran Diri dari Kadisdik Kota Jambi

Beberapa sekolah yang tercatat telah menggelar shalat meminta hujan tersebut antara lain SMK Negeri 9 Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, SMK Negeri 2 Kota Jambi, serta beberapa sekolah di wilayah Merangin, Bungo, dan Sungai Bahar. Khusus untuk SMKN 9 Tanjab Barat, Umar mengonfirmasi bahwa sekolah tersebut menjadi yang perdana melaksanakan ibadah ini. "Yang perdana di SMKN 9 Tanjabbar, yang Kepseknya bernama M. Haris Elwardiansyah, kami apresiasi, " sebut Umar.

Kadisdik berharap ikhtiar bersama ini dapat segera membuahkan hasil agar hujan segera mengguyur Provinsi Jambi. Selain pendekatan spiritual, Disdik Provinsi Jambi juga terus melakukan upaya mitigasi dan antisipasi potensi karhutla, khususnya bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah lahan gambut yang rentan terbakar.

BACA JUGA: Wako Maulana Buka Suara soal Mundurnya Sugiyono dan Nanang, Ternyata Ini Alasannya

Terkait dengan potensi memburuknya kualitas udara yang dapat mengganggu kesehatan siswa, Umar menegaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran. Jika kondisi udara semakin memburuk dan tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara langsung, sekolah diwajibkan untuk mengalihkan pembelajaran menjadi sistem dalam jaringan (daring).

"Sebelum terlalu parah, kita minta kepada sekolah juga untuk mengantisipasi dengan pemakaian masker kalau memang masih ingin kita melaksanakan pembelajaran tatap muka," jelasnya.

Meski kabut asap mulai menjadi ancaman, Umar memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan masuk mengenai siswa yang terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal ini dikarenakan wilayah dengan kondisi karhutla terparah, seperti sebagian area Muaro Jambi, lokasinya masih cukup jauh dari titik-titik satuan pendidikan.

BACA JUGA: Buka Suara! Kabid GTK Disdik Ungkap Alasannya Mundur

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SMKN 9 Tanjung Jabung Barat M. Haris Elwardiansyah menyatakan pihaknya langsung melakukan imbauan Gubernur dan Kadisdik pada pekan lalu. Dengan seperangkat alat salat dibentangkan di lapangan SMKN 9 Tanjabbar yang kini telah mengalami peningkatan siswa menjadi 212 orang dengan beberapa konsentrasi jurusan. "Alhamdulillah sekolah kami telah melakukan Shalat Istisqa sesuai arahan pimpinan, dan kami harap do'a dan para ikhtiar para siswa menjadi hal baik agar turun hujan dan bisa membantu pemadaman dan pendinginan karhutla di lahan gambut jambi, " ucap M. Haris yang merupakan lulusan terbaik Magister Manajemen Pendidikan Unja angkatan 122 ini. (aan)


Berita Terkait



add images