iklan Karhutla Masih Terjadi, Muaro Jambi Naikkan Status Menjadi Tanggap Darurat
Karhutla Masih Terjadi, Muaro Jambi Naikkan Status Menjadi Tanggap Darurat

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI - Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi Tanggap Darurat Bencana.

Keputusan itu diambil setelah pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menggelar rapat koordinasi pada Kamis (27/8) sore.

Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, mengatakan peningkatan status tersebut merupakan langkah pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan Karhutla yang masih terjadi.

BACA JUGA: Kades Tanjung Tanah Kembalikan Uang 186 Juta ke Kejari Sungai Penuh, Janji Kembalikan Lagi Rp150 Juta

“Memang hari ini masih ada titik api di Muaro Jambi, tetapi tidak sebesar kemarin. Tetap kita usahakan pemadaman,” katanya.

Junaidi menyampaikan,meski jumlah titik api mulai menurun dibandingkan kondisi sebelumnya, pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan menunggu situasi memburuk.

Status tanggap darurat, kata dia,dinilai diperlukan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.

BACA JUGA: Aktivitas Manusia Dominasi Pemicu Karhutla, El Nino Perbesar Risiko Kebakaran

“Kita menaikkan status menjadi darurat. Ini hasil dari rapat dan koordinasi yang kami lakukan untuk menangani masalah karhutla,” sampainya.

Menurut Junaidi, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi pemerintah daerah terhadap perkembangan karhutla sekaligus dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pemkab Muaro Jambi bersama unsur terkait kini memperkuat koordinasi untuk memastikan titik-titik api segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

BACA JUGA: Pemkot Jambi Ajak Warga Gelar Shalat Istisqa, Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Kekeringan

Junaidi menegaskan, pemerintah tidak ingin bersikap reaktif setelah karhutla telanjur meluas. Peningkatan status menjadi tanggap darurat, kata dia, merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi ancaman karhutla, terutama jika kondisi cuaca kembali memperburuk situasi. (wan)


Berita Terkait



add images