iklan

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Menghadapi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) melalui anak usahanya, PT Brahma Binabakti (BBB), terus memperkuat kesiapsiagaan di wilayah operasionalnya di Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.

Tak hanya menyiapkan sarana dan prasarana pemadaman, perusahaan juga memperkuat personel serta melakukan simulasi secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat apabila sewaktu-waktu terjadi.

Estate Manager PT Brahma Binabakti, Timbul Simbolon, mengatakan BBB telah menyiapkan dua satuan tugas (satgas) karhutla yang didukung berbagai peralatan pemantauan dan pemadaman.

“BBB siap mencegah dan mengendalikan karhutla,” kata Timbul di hadapan awak media, Selasa (1/9).

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, BBB memiliki dua unit gudang pemadam kebakaran, 17 titik embung sebagai sumber air, dua unit drone, 12 menara pantau serta dua unit mobil pemadam kebakaran.

Menurut Timbul, sarana dan prasarana tersebut disiapkan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar. Regulasi tersebut menjadi salah satu acuan dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran di kawasan perkebunan.

Dari sisi personel, BBB menyiapkan empat regu inti dengan total 60 anggota. Kemudian 12 regu pendukung dengan 120 anggota serta delapan regu Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang beranggotakan 80 orang.

“Untuk regu KTPA itu merupakan tim dari beberapa desa yang kita bentuk dalam pengendalian karhutla. Tim ini kita fasilitasi semuanya selama bertugas,” jelasnya.

Kesiapsiagaan tersebut juga diuji secara berkala melalui simulasi pengendalian karhutla. Selama musim kemarau, latihan dilakukan satu kali dalam sepekan.

Simulasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan personel, tetapi juga memastikan seluruh peralatan pemadam dalam kondisi siap digunakan ketika dibutuhkan.

Terbaru, Rabu (2/9), Tim Satgas Karhutla PT BBB kembali menggelar simulasi penanganan kebakaran. Dalam kegiatan tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dan diperkuat satu unit mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air.

Dalam simulasi itu, masing-masing personel menjalankan tugas sesuai pembagian dan prosedur penanganan karhutla. Berbagai peralatan pendukung juga turut disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian penanganan berjalan efektif.

“Simulasi terus kita lakukan, bahkan saat kondisi kemarau seperti sekarang dilakukan seminggu sekali. Ini untuk memastikan personel siap dan alat-alat juga dalam kondisi baik tanpa kendala,” ujar Timbul.

Selain memiliki struktur dan pembagian tugas yang jelas, satgas BBB juga berkolaborasi dengan Manggala Agni dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.

Terkait ketersediaan air, Timbul memastikan kondisi kemarau sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap sumber air di wilayah operasional perusahaan.

Sebanyak 17 embung telah disiapkan untuk mendukung kegiatan pemadaman. Selain itu, sejumlah sumber mata air di wilayah perusahaan juga masih tersedia dan belum mengalami kekeringan.

“Sumber mata air sejauh ini tidak pernah kering. Jadi kemarau tidak mempengaruhi ketersediaan air,” katanya.

Di sisi lain, kegiatan deteksi dini dan patroli terus diintensifkan. Menurut Timbul, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah titik api berkembang dan meluas.

“Deteksi dan patroli menjadi tulang punggung pencegahan karhutla,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ditemukan adanya lahan milik perusahaan yang terbakar. Kendati demikian, BBB tetap mengambil langkah proaktif apabila terjadi karhutla di sekitar wilayah operasional.

“Sejauh ini untuk lahan perusahaan belum ada yang terbakar. Namun, tim satgas kita sudah beberapa kali membantu memadamkan api di luar konsesi yang pernah terjadi kebakaran," pungkas Timbul.

(wan) 


Berita Terkait



add images