JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Setelah beberapa hari mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, siswa sekolah dasar (SD) di kawasan Mendalo, Jambi, akhirnya kembali masuk sekolah, Kamis (3/9/2026).
Suasana sekolah yang sebelumnya lebih sepi kembali ramai sejak pagi. Para siswa datang dengan wajah ceria dan antusias. Mereka kembali memasuki ruang kelas, bertemu guru, serta berkumpul bersama teman-teman setelah menjalani pembelajaran dari rumah.
BACA JUGA: Telusuri Dugaan Reses Fiktif DPRD 2025, Kejari Muaro Jambi Periksa Ade Asmara
Kembalinya pembelajaran tatap muka disambut positif oleh siswa dan orang tua. Bagi wali murid, belajar secara langsung dinilai lebih efektif karena anak dapat mendengarkan penjelasan guru dan langsung bertanya ketika mengalami kesulitan.
“Kalau belajar langsung di sekolah, anak-anak lebih cepat paham. Kalau ada yang tidak dimengerti, bisa langsung bertanya kepada gurunya,” ujar salah seorang wali murid.
BACA JUGA: Patroli Malam, Tim Satgas Karhutla Jambi Amankan Pria Diduga Bakar Lahan
Selama PJJ, orang tua juga harus ikut berperan mendampingi anak mengikuti pembelajaran. Bagi sebagian wali murid, penggunaan perangkat dan aplikasi pembelajaran menjadi tantangan tersendiri karena tidak semuanya terbiasa dengan teknologi.
Kondisi itu membuat pembelajaran dari rumah tidak selalu berjalan optimal. Karena itu, kembalinya siswa ke sekolah dinilai memberikan kemudahan, baik bagi anak maupun orang tua.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa. Salah seorang siswa mengaku lebih senang kembali belajar di kelas karena bisa bertemu dan bermain bersama teman-temannya.
“Saya lebih suka belajar di sekolah karena bisa bertemu teman dan belajar bersama. Rasanya lebih menyenangkan dan lebih paham penjelasan guru,” katanya.
BACA JUGA: Hiswana Migas Dinilai Jadi Mitra Strategis Pemkot Jambi Jaga Kebutuhan Energi Masyarakat
Menurutnya, belajar secara langsung membuat dirinya lebih mudah mengikuti materi dibandingkan ketika harus belajar dari rumah.
Hari pertama pembelajaran tatap muka pun berlangsung dengan suasana penuh semangat. Para siswa kembali menjalani rutinitas sekolah setelah sebelumnya kegiatan belajar mengajar dialihkan ke rumah sebagai dampak kondisi kabut asap.
Kembalinya siswa ke bangku sekolah tidak hanya mengembalikan aktivitas belajar secara langsung, tetapi juga membuka kembali ruang interaksi antara siswa, guru dan teman sebaya. (mg2)
