JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ekosistem lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan peduli keselamatan. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan program "Peningkatan Kapasitas Karyawan/Karyawati Perkantoran dalam Bantuan Hidup Dasar (BHD) Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026" pada 23-24 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. dr. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua, yang membuka langsung kegiatan tersebut menyatakan pentingnya kesiapsiagaan medis untuk ASN untuk memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Peningkatan Kapasitas Karyawan dan Karyawati merupakan angkatan kedua setelah dilakukan peningkatan kapasitas juga pada bulan Juli 2026.
"Lingkungan kerja perkantoran dan di tempat-tempat umum sering kali kita anggap sebagai zona yang aman. Namun kenyataannya, kita tidak luput dari risiko kedaruratan medis seperti serangan jantung mendadak, pingsan, tersedak, hingga henti napas," ungkap Dr. Ike dalam sambutannya saat membuka acara tersebut.
Lebih lanjut, Dr. Ike menekankan pentingnya golden period atau detik-detik pertama saat kondisi darurat terjadi. Menurutnya, angka fatalitas sering kali terjadi bukan karena pasien terlambat sampai di rumah sakit, melainkan akibat ketidakpahaman orang-orang di sekitar dalam memberikan pertolongan pertama pada beberapa menit awal yang krusial.
BACA JUGA: Progres Tol Betung-Jambi Seksi 1A Capai 69 Persen, HKI Percepat Pembangunan
Melalui program terobosan ini, Dinkes Provinsi Jambi memposisikan pelatihan BHD bukan sekadar agenda rutin atau pelengkap kegiatan kantor, melainkan sebuah investasi keterampilan hidup (life skill) yang sangat vital bagi masyarakat pekerja. "Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan bahwa perkantoran kita tidak hanya menjadi tempat kerja yang produktif, tetapi juga lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan peduli," tegasnya.
Untuk memastikan efektivitas program, Kepala Dinas Kesehatan juga meminta para peserta untuk menyerap ilmu secara maksimal dan aktif mempraktikkan simulasi bersama tim instruktur ahli. Target utama dari kegiatan ini adalah mencetak para pekerja menjadi garda terdepan penyelamat nyawa.
BACA JUGA: Pertamina Layani Avtur Perdana di Bandara Muara Bungo, Dukung Konektivitas Udara Jambi
"Jadilah first responder yang percaya diri. Setelah pelatihan ini, saya berharap bapak dan ibu tidak lagi panik saat menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan kantor, rumah, maupun di ruang publik," tambah Dr. Ike.
Acara yang menghadirkan instruktur-instruktur berpengalaman ini resmi dibuka dengan penuh khidmat. Melalui langkah proaktif dan positif dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi ini, diharapkan semakin banyak nyawa yang dapat tertolong melalui tindakan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dari masyarakat awam, khususnya di lingkungan perkantoran.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut dengan melibatkan partisipasi dari berbagai unsur pemerintahan dan instansi terkait. Pelatihan ini diikuti oleh 150 ASN dari berbagai OPD di Provinsi Jambi termasuk Instansi vertikal. Para perwakilan ASN yang hadir berasal dari Sekretaris Daerah, Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Negeri, dan Kantor Kementerian Haji Provinsi Jambi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Kesehatan. (aan/mg3)
