JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kasus ledakan yang terjadi di gudang catering atau bagian dapur Mal Jamtos, Jalan Lorong Hasanah, RT 01, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, kini ditangani Polresta Jambi.
Sebelumnya, kasus tersebut ditangani Polsek Kota Baru. Kapolsek Kota Baru AKP Riko mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi sebelum kasus dilimpahkan ke Polresta Jambi.
BACA JUGA: Ketua RT di Jambi Meninggal Dunia, Ahli Waris Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan
Hal tersebut disampaikan Riko saat dikonfirmasi pada Jumat (25/9/2026).
“Untuk di Polsek kemarin kita sudah melakukan pemeriksaan tiga orang saksi,” katanya.
Riko menyebutkan, penanganan kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polresta Jambi pada Rabu (23/9/2026) untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Pada hari Rabu (23/09/2026), kasus ini dilimpahkan ke Polresta Jambi,” ujarnya.
BACA JUGA: JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan dan Keluarga untuk Umrah, Bentuk Apresiasi atas Loyalitas 12 Tahun
Terkait kondisi korban, Riko mengatakan dari enam orang yang mengalami luka bakar akibat ledakan tersebut, dua orang telah diperbolehkan pulang dan kini menjalani rawat jalan.
Sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar yang dialami dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya, ledakan terjadi sekitar pukul 19.18 WIB, Selasa (22/9/2026). Peristiwa bermula ketika seorang petugas keamanan bernama Rio Anggara hendak menuju gudang penyimpanan barang.
Saat itu, Rio mendengar suara ledakan dan mencium bau gas. Ia juga mendengar suara seperti kebocoran gas dari arah gudang catering. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keamanan Mal Jamtos.
BACA JUGA: Antisipasi 'Golden Period' Kritis, Dinkes Jambi Siapkan Karyawan Jadi First Responder Medis
Petugas keamanan bersama teknisi selanjutnya melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, sekitar lima menit kemudian, kembali terjadi ledakan yang disertai semburan api dari dalam gudang catering.
Ledakan tersebut membuat warga di sekitar lokasi panik. Salah seorang warga, Ica, mengaku mendengar suara ledakan yang kemudian disusul teriakan karyawan meminta pertolongan.
