JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI - Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama Tanoto Foundation dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan menggelar Forum Kolaborasi Literasi dan Numerasi Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian pendidikan sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
BACA JUGA: Ribuan Santri Padati Lapangan MTQ Bungo, Dedy Putra Tegaskan Peran Santri Jaga Keutuhan Bangsa
Forum tersebut diikuti peserta dari berbagai elemen, mulai dari unsur pemerintah daerah, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bunda Literasi Kabupaten Muaro Jambi, Tanoto Foundation, Fasilitator Daerah (Fasda), kepala sekolah, guru, narasumber, para Pimpinan Media di Jambi, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Pemkab Muaro Jambi Afif Udin mengapresiasi peran Tanoto Foundation, Fasda Perubahan, serta seluruh mitra strategis yang telah berkolaborasi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Menurutnya, forum ini memiliki nilai strategis karena mengedepankan pemanfaatan data objektif melalui analisis Rapor Pendidikan sebagai dasar menentukan arah kebijakan dan intervensi yang tepat sasaran.
Rapor Pendidikan, kata dia, harus menjadi cermin untuk melihat kondisi nyata pendidikan sekaligus kompas dalam menentukan langkah perbaikan secara terukur.
“Melalui analisis Rapor Pendidikan, kita berharap dapat mengidentifikasi persoalan utama, menentukan intervensi yang tepat, serta menyusun langkah-langkah strategis yang efektif dan efisien,” ujar Afif Udin dalam sambutannya.
BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Santunan JKK Rp213 Juta Diserahkan
Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen, termasuk tenaga pendidik, kepala sekolah, fasilitator daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat.
Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation Provinsi Jambi, Dendi Satri Buana dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kualitas pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Lebih lanjut Dendi menyampaikan dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi, Tanoto Foundation terus mendorong pengembangan praktik pembelajaran yang efektif melalui kolaborasi antara pemerintah, pendidik, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergi lintas sektor menjadi salah satu
faktor penting dalam memperkuat ekosistem literasi dan numerasi,” sebutnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar data Rapor Pendidikan tidak berhenti sebatas angka dan laporan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program perbaikan yang nyata di satuan pendidikan.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan Fasda, hasil analisis Rapor Pendidikan diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas pendampingan, memperbaiki praktik pembelajaran, serta memastikan program peningkatan mutu pendidikan berjalan sesuai kebutuhan sekolah.
Dalam forum tersebut, peserta juga diharapkan dapat menyatukan pemahaman mengenai persoalan mendasar pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi, sekaligus menyusun rencana aksi yang terukur dan berkelanjutan.
Penguatan literasi dan numerasi dinilai penting untuk membekali peserta didik dengan kemampuan memahami informasi, membaca secara kritis, menganalisis persoalan, serta menerapkan konsep angka, simbol, dan informasi kuantitatif dalam kehidupan sehari-hari. (*)
