iklan Dinas Ketahanan Pangan Jambi Siapkan Bantuan Beras untuk 200 Desa Rentan Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Jambi Siapkan Bantuan Beras untuk 200 Desa Rentan Pangan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi menyiapkan bantuan beras dari cadangan pangan pemerintah untuk masyarakat di sekitar 200 desa yang masuk kategori rentan pangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah di Masjid Tsamaratul Insan Jambi, Jumat (23/10/2026).

Johansyah mengatakan, berdasarkan pemetaan kerentanan pangan yang diperbarui pada 2025, masih terdapat sekitar 200 desa di Provinsi Jambi yang membutuhkan perhatian pemerintah. Untuk membantu masyarakat di wilayah tersebut, pemerintah provinsi akan memanfaatkan cadangan beras yang tersedia.

BACA JUGA: Gubernur Al Haris Salurkan 250 Paket Sembako dan Masker untuk Ojol Terdampak Kabut Asap

“Berdasarkan peta rentan rawan pangan yang kita perbarui pada 2025, masih ada 200 desa yang rentan rawan pangan. Kita akan memilih desa-desa yang betul-betul membutuhkan untuk diberikan bantuan intervensi dari cadangan beras pemerintah,” sebut pria yang dikenal sebagai Karo Humas dan Protokol terakhir di Pemprov Jambi ini.

Ia menyebutkan, cadangan beras pemerintah provinsi saat ini tersisa hampir 26 ton. Bantuan akan diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok yang masuk desil 1 dan 2 serta belum menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat.

BACA JUGA: Tinjau Karhutla Labuhan Pring, Gubernur Jambi dan TNI-Polri Perkuat Pasukan Pemadam

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinas Ketahanan Pangan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, serta dinas ketahanan pangan kabupaten/kota. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan data penerima dan menghindari tumpang tindih bantuan.

Johansyah menjelaskan, bantuan pangan dari pemerintah pusat direncanakan mulai disalurkan pada awal November. Sementara itu, pemerintah provinsi akan menyiapkan intervensi bantuan beras bagi masyarakat yang membutuhkan berdasarkan hasil pendataan.

Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan bantuan beras diperkirakan mencapai 9 kilogram per orang untuk memenuhi kebutuhan selama 30 hari. Perhitungan tersebut menggunakan acuan konsumsi 0,3 kilogram beras per orang per hari. Namun, jumlah penerima dan mekanisme penyaluran masih dalam tahap perencanaan.

BACA JUGA: Buka Festival Budaya Kerinci 2026, Wagub Sani Dorong Kerinci Jadi Beranda Kebudayaan Jambi

Selain menyiapkan bantuan bagi masyarakat rentan pangan, Johansyah mengatakan kondisi stok pangan di Provinsi Jambi secara umum masih aman. Meski demikian, pemerintah tetap memantau ketersediaan daging ayam, daging kerbau, dan daging sapi.

Untuk menjaga kestabilan harga, pemerintah provinsi juga melakukan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah bersama Bulog. Program tersebut akan diperluas ke berbagai kelurahan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Johansyah juga menyampaikan bahwa inflasi Provinsi Jambi mengalami penurunan dari 3,60 persen pada Agustus menjadi 2,97 persen pada September.

“Di Agustus inflasi kita 3,60, di September menurun menjadi 2,97. Artinya, secara nasional kita berada di peringkat delapan inflasi terendah se-Indonesia,” sebutnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga, serta memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan. (mg2/mg3)


Berita Terkait



add images