Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Jambi Maulana, mengatakan optimalisasi PAD menjadi salah satu tantangan utama pemerintah daerah, terutama di tengah belum adanya kepastian mengenai transfer dana dari pemerintah pusat.
“Begitu banyak masukan yang kami melihat sangat konstruktif ya dan sangat kritis. Yang pertama, bagaimana supaya kita melakukan optimalisasi pendapatan asli daerah di tengah belum pastinya transfer daerah. Kemudian yang kedua, berkaitan dengan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, bagaimana meningkatkan kewirausahaan bagi anak-anak muda, termasuk perlindungan sosial, kemudian infrastruktur,” ujarnya.
Terkait pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Jambi menyatakan akan melanjutkan penertiban dan penindakan terhadap pelanggaran sesuai ketentuan peraturan daerah.Sementara itu, mengenai ketidakpastian dana transfer, Pemkot Jambi masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan serta regulasi terkait.
Pemerintah juga mempertimbangkan alternatif pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk menghadapi tantangan fiskal daerah.
Maulana menegaskan, berbagai masukan dari fraksi-fraksi DPRD akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan anggaran ke depan.
“Saya kira masukan-masukan yang sangat baik dari fraksi-fraksi ini tentu menjadi catatan penting dalam penyusunan postur anggaran kita ke depan,” tambahnya. (mg2/mg3)
