iklan SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Siapkan Pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan
SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Siapkan Pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperkuat kolaborasi untuk melawan penyebaran berita bohong atau hoaks sekaligus meningkatkan kompetensi insan pers di tengah derasnya arus informasi digital.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara SMSI dan RRI di Ruang Rapat Direktur Utama RRI, Jakarta, Senin (26/10/2026).

BACA JUGA: Jelang MTQ ke-55, Pasar Malam di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi Tuai Kritik

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari gagasan bersama dirinya dan Direktur Utama RRI untuk menghadapi persoalan hoaks yang semakin kompleks.

"Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Dirut RRI dan Ketum SMSI untuk melawan hoaks," kata Firdaus.

Menurut Firdaus, kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program, di antaranya Training of Trainers (ToT), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Rekonstruksi Kematian Brigadir EWS di Tanjabtim, Enam Tersangka Peragakan 50 Adegan

Ia menyebutkan, SMSI menaungi 3.181 media siber, termasuk media rintisan (startup), yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung penyebaran informasi pembangunan secara lebih luas.

"Media startup atau media rintisan yang tergabung dalam SMSI sebanyak 3.181 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung program penyebaran informasi pembangunan," ujarnya.

Firdaus juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pengintegrasian RRI dan TVRI sebagai platform media publik yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

"SMSI juga mendukung pengintegrasian RRI dan TVRI menjadi platform global sebagai kekuatan pemerintah," katanya.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan Pertalite di Lampung

Ia menegaskan, penanganan hoaks tidak cukup dilakukan dengan membantah informasi palsu setelah telanjur menyebar. Upaya tersebut perlu didukung ekosistem media yang profesional, memiliki kompetensi memadai, serta mengedepankan verifikasi sebelum menerbitkan informasi.

Karena itu, peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu prioritas dalam kolaborasi SMSI dan RRI. Kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pemberitaan dan profesionalitas pers.


Berita Terkait



add images