JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Di tengah kobaran api dan kepulan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), David Juntara Harahap menyimpan kerinduan yang tak selalu bisa ia ungkapkan. Selama bertugas, pikirannya kerap tertuju pada rumah, istri, dan putri kecilnya yang masih bayi.
Bagi David, perjuangan kali ini terasa berbeda. Setelah sekitar sepuluh tahun bekerja dalam penanganan karhutla, ia harus kembali meninggalkan keluarga ketika baru tiga hari menikmati perannya sebagai seorang ayah.
BACA JUGA: Kasus ISPA di Tanjabtim Tembus 22.868, Sebanyak 2.871 Balita Terdampak
Waktu yang singkat itu menjadi momen berharga bagi David. Ia harus kembali menjalankan tugas, sementara istri dan putri pertamanya masih membutuhkan kehadirannya di rumah.
"Terus terang, sangat sedih. Apalagi saya baru menjadi seorang ayah dan saya hanya bisa mendampingi istri saya waktu melahirkan selama tiga hari," tutur David.
BACA JUGA: Lawan Stunting, Pemkab Tebo Luncurkan S4 GENTING, ASN Jadi Orang Tua Asuh
Di rumah, Angel (25), sang istri, menjalani hari-hari bersama putri mereka, Dania, yang saat ini berusia dua bulan 21 hari. Keluarga kecil tersebut tinggal di kawasan PT Wirakarya Sakti (WKS), Sungai Tapa, Jambi.
Bagi Angel, kepergian suaminya untuk bertugas bukanlah hal yang mudah. Ia harus merawat Dania sekaligus menjalani hari-hari tanpa pasangan untuk berbagi cerita, meminta pendapat, maupun saling membantu dalam urusan keluarga.
BACA JUGA: Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolda Jambi Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Meski memahami tanggung jawab pekerjaan David, Angel tetap merasakan beratnya melewati masa awal menjadi orang tua tanpa kehadiran suami di sisinya.
"Yang paling berat adalah menjalani hari-hari tanpa kehadiran suami. Biasanya ada tempat untuk berbagi cerita, meminta pendapat, dan saling membantu dalam urusan keluarga. Namun, ketika suami bertugas, saya berusaha kuat dan menjalankan tanggung jawab di rumah sendiri," ungkap Angel.
Dania masih terlalu kecil untuk memahami ke mana ayahnya pergi dan mengapa ia harus berada jauh dari rumah. Namun, Angel memiliki cara sederhana untuk mengenalkan sosok David kepada putri mereka.
Ia kerap memperlihatkan foto sang ayah sembari bercerita bahwa David sedang bekerja.
BACA JUGA: Dewan Ingatkan Pasar Malam di Kantor Wali Kota Jambi, Jangan Ganggu Kekhusyukan MTQ
"Saya sering memperlihatkan foto ayahnya dan menceritakan tentang ayahnya, walaupun anak masih bayi dan belum sepenuhnya mengerti," katanya.
Kerinduan di Tengah Kepulan Asap
Bagi David, tantangan selama bertugas bukan hanya menghadapi kobaran api dan kepulan asap. Jauhnya lokasi kebakaran serta keterbatasan jaringan telekomunikasi juga menjadi ujian tersendiri.
Ketika harus memadamkan api di lokasi yang jauh dari permukiman dan sulit mendapatkan sinyal, David tidak bisa leluasa menghubungi istri maupun keluarganya. Sebagai ayah baru, kondisi tersebut membuat kerinduan semakin terasa.
