Alasan karena pipa pecah tampaknya menjadi alasan ampuh dari PDAM Tirta Mayang Kota Jambi. Belakangan, pasokan air bersih dari PDAM di beberapa kawasan dalam Kota Jambi tak berjalan normal.

Pasokan yang tak normal ini dikeluhkan banyak masyarakat yang tak lain merupakan pelanggan PDAM. Sundari, warga Mayang salah satunya. Dia mengatakan, di rumahnya, pasokan air bersih dari PDAM tak jalan sudah hampir satu minggu. "Sudah 6 hari air tak mengalir di rumah saya. Layanannya semakin tak jelas saja," katanya kepada harian ini.

Parahnya, kata dia, jika mengalir, juga tak berlangsung lama. "Paling hidupnya 15 menit. Bak mandi dan tempat penyimpanan air lainnya belum sempat terisi sudah mati lagi. Sementara tak mengalirnya sampai satu minggu. Ini jelas merugikan masyarakat," keluhnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Dani, warga Kebun Kopi kepada harian ini. Dia mengatakan, semua aktifitas yang menggunakan air menjadi terhambat. "Mau masak nasi tidak bisa. Masak air tidak bisa. Akhirnya harus beli ke warung," katanya.


Padahal, katanya, tugas PDAM adalah melayani masyarakat. Tarif bagi pelanggan, juga sudah dinaikkan. Namun, hal itu tak dibarengi dengan peningkatan pelayanan. "Harusnya kalau mau menambah beban biaya kepada masyarakat, mereka (PDAM, red) juga meningkatkan pelayanan. Jangan hanya minta dana sama masyarakat," tukasnya.


Sementara itu, beberapa bulan terakhir, pihak PDAM hanya memberikan alasan terganggunya pasokan itu disebabkan pipa yang pecah. Alasan itu pula yang dikemukakan pihak PDAM kepada harian ini saat dikonfirmasi Jumat lalu. "Pipa pecah," kata Suparyadi, Humas PDAM Tirta Mayang Kota Jambi.


Dia mengatakan, pipa yang pecah itu adalah pipa distribusi di kawasan Simpang Pulai. "Jelas itu berpengaruh sampai ke kawasan Mayang. Karena jalur distribusinya kesana," ungkapnya.


Ditanya berapa kerugian yang disebabkan oleh pecahnya pipa distribusi itu? Dia mengaku tak tahu. Bahkan, ditanya pipa yang pecah itu berapa kapasitasnya? Dia juga mengaku tak tahu. "Saya kurang tahu pasti," pungkasnya. (sumber: jambi ekspres)


Komentar

Berita Terkait

Gubernur Sebut PetroChina Salah

140 Wanita Dapat Bantuan Mesin Jahit

Hati-hati! Trotoar Slamet Riyadi Amblas

Lagi, Demo KKN di Kejati dan Kemenkum HAM

Petugas Razia Kendaraan Plat Luar

4 Cawako Jambi Teken Kontrak Tidak Korupsi

Rekomendasi




add images