<div>
Anton, Kontributor Trans7, saat dirawat di RS. (Foto: Aldi Saputra)
</div>
Anton, Kontributor Trans7, saat dirawat di RS. (Foto: Aldi Saputra)
Sekitar 50 orang wartrawan, Selasa (18/6) siang, menggelar aksi solideritas di gerbang masuk Mapolda Jambi. Aksi ini dilakukan sebagai buntut dari insiden yang menimpa Anton Nugroho,kontributor Trans7, saat meliput aksi demo di gedung DPRD. 

Anton diiketahui terkena selongsong peluru gas air mata, yang secara tak sengaja ditembakkan oleh seorang polisi saat terjadi kericuhan dan menahan massa pendemo. Para awak media minta Polda Jambi menolak dan menghentikan semua bentuk kekerasan terhadapa wartawan.

Kapolda juga diminta bertanggungjawab atas kelalaian yang dilakukan oknum anggotanya yang berinisial D. Dengan membawa poster, para wartawan juga minta insiden yang menimpa  Anton diusut tuntas  dan memproses oknum berinisial D itu secara hukum.
 
Menurut wartawan, kejadian ini sangat melukai hati nurani kebebasan pers. Aksi solideritas ini dimulai pukul 11.30 WIB dan diramaikan oleh para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang ada di Prov Jambi.
 
Sementara itu, korban Anton saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Posisinya yang semula di RSU Mat Taher, kini dipindahkan ke RS DKT.(*)

Reporter : Aldi Saputra.
Redaktur : Joni Yanto.

TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Gas Air Mata Menyalak, Wartawan Terluka

Penambak Gas Air Mata Diperiksa Propam

Rekomendasi




add images