JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Putri Politisi Senior Partai Gerindra, Drs. H. A Murady Darmansyah ternyata merupakan remaja yang gigih dalam bidang pendidikan. 

Kenapa demikian, ternyata remaja bernama lengkap Sarazki Tabrisma Zanubiah, pada tahun 2019 mendatang akan melanjutkan study ke Universitas Birmingham di Inggris.
Dikonfirmasi media ini, Sarazki mengaku bahwa dirinya merupakan satu di antara mahasiswa Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah di negeri Ratu Elisabeth tersebut.

Putri kelahiran 10 April 1999 ini menceritakan bahwa dirinya saat ini tercatat sebagai mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Indonesia semester ganjil, manajemen kelas internasional, Double Degree.

Untuk manajemen kelas internasional ini, atau lebih dikenal dengan sebutan double degree, Kuliahnya 2 tahun di Indonesia dan melanjutkan sisanya di luar negeri, saya ngambil di Inggris, tukas putri pasangan Drs. H. A. Murady Darmansyah dan ibu Dra. Suryaning Kusumawati.

Apa yang menjadi konsep bagi Sarazki sehingga berhasil masuk ke program double degree, bagi Sarazki Semua kegiatan pasti bisa dijalankan asal kita tau batasan namun juga tidak terlalu membatasi diri kita sendiri.

Semua orang punya waktu yang sama dalam sehari yaitu 24 jam, tapi tergantung mau kita apakan waktu tersebut. Kita yang harus atur waktu, jangan waktu yang mengatur kita. Kalau mau sukses harus disiplin dalam mengatur waktu, ujarnya.

Ia juga mencoba untuk memaksimalkan waktu yang dia miliki. Bagaimana dia membuat target setiap semester, setiap bulan sampai setiap hari, dia juga membuat timeline yang detil sehingga mengetahui prioritas apa yang dia harus lakukan.

Dia juga sering melakukan beberapa kegiatan dengan Multitasking, dan tentu saja berdoa agar semua rencananya lancar, tegas putrid pengusaha sukses ini.
Nadya berpesan dua hal untuk semua junior-juniornya yang masih menempuh bangku siswa, yaitu untuk berusaha dan selalu percaya diri dalam menjalankan tugas sebagai siswa yang baik dan berprestasi.

Berusaha di sini untuk mengejar semua impian kita, sementara percaya adalah bahwa kita mempercayai semua hal sebisa mungkin dapat dilakukan. Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Persoalannya bukanlah bisa atau tidak, tetapi mau atau tidak, tutup Sarazki. (*)


Komentar

Rekomendasi




add images