iklan Frederika Alexis Cull. Foto : iFACE magazine
Frederika Alexis Cull. Foto : iFACE magazine

JAMBIUPDATE.CO - Final pemilihan Puteri Indonesia 2019 berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, tadi malam (8/3/2019). Salah seorang finalis mencapai babak final adalah Frederika Alexis Cull, perwakilan DKI Jakarta 1. Di babak akhir, Frederika bersaing dengan perwakilan dari Jawa Barat (Jabar), Jesica Fitriana Martasari dan perwakilan Sulawesi Utara (Sulut), Jolene Marie Cholock Rotinsulu.

Pada sesi akhir penilaian, ketiga finalis ditanya mengenai arti pesta demokrasi. Frederika pun meminta izin untuk menjawab pertanyaan menggunakan Bahasa Inggris. Izinkan saya menggunakan Bahasa Inggris, ucapnya yang disambut tepuk tangan para pendukung.

Sebagai warga negara yang paham tentang hak, (pemilu, Red) adalah investasi untuk negara kita. Saya percaya kita harus memilih (vote, Red). Pada 17 April ini, saya akan memilih presiden kita. Sebagai milenial, hal ini tidak hanya berdampak pada kita hingga lima tahun ke depan. Tapi (demokrasi, Red) adalah power. Dan itu yang harus kita lakukan, jawabnya.

Di akhir pemilihan, Jesica Fitriana Martasari terpilih menjadi Runner-up 2. Sementara Jolene Marie Cholock Rotinsulu terpilih sebagai Runner-up 1. Frederika yang baru berusia 19 tahun ditahbiskan sebagai Puteri Indonesia 2019. Ekspresi kaget sekaligus bahagia terlihat ketika namanya dibacakan sebagai pemenang. Atas keberhasilannya, gadis blasteran Lampung, Inggris, dan Australia ini akan mewakili Indonesia pada ajang Miss Universe 2019.

Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah iFACE Sicillia Brigita Tan mengucapkan selamat atas keberhasilan Erika, sapaan akrabnya Frederika. Selamat buat Frederika, katanya, tadi malam.

Sicillia mengatakan, Erika akan menjadi cover majalah iFACE edisi kedua yang terbit bulan ini. iFACE adalah majalah yang diterbitkan INDOPOS Group. Dia menerangkan, saat sesi pemotretan dan wawancara, gadis kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1999 itu adalah sosok yang mandiri. Dia bahkan sangat profesional ketika bekerja. Erika anaknya asyik dan sangat ramah. Dia juga banyak berkisah mengenai keinginannya mengikuti ajang Puteri Indonesia, tutur dia mengenang kerja sama dengan Erika.

Kemandirian Erika tidak hanya lewat ucapan. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia dan kawan-kawannya telah melakukan gerakan sosial Sekolah Bisa yang menyediakan pendidikan berbagai jenis mata pelajaran untuk menyiapkan anak-anak kurang mampu memasuki sekolah negeri. Organisasi ini sendiri memiliki fokus terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan bakat bagi para siswanya.

Ia juga aktif dalam Cyber Shanty, yaitu organisasi yang bertujuan untuk mengajarkan para siswa tentang penggunaan teknologi. Tujuan dari organisasi adalah mengurus akta kelahiran bagi anak-anak yang belum memiliki identitas resmi. Jadi terlihat sekali bahwa Erika memang sudah memiliki jiwa sosial sejak kecil. Mudah-mudahan ini menjadi modal dia hingga ke Miss Universe. Saya mewakili redaksi iFACE dan INDOPOS Group, mendoakan agar sukses pada ajang ratu sejagat nanti, pungkas dia. (rio)


Sumber: www.indopos.co.id

Berita Terkait



add images