Dalam kesempatan sebelumnya, Jonny menjelaskan bahwa pengembangan Vaksin Nusantara terus berlanjut. Pengambilan sampel darah merupakan bagian dari prosesnya.
Jonny mengakui bahwa proses itu memang berbeda dengan vaksinasi menggunakan vaksin lain yang langsung disuntik ke dalam tubuh. ’’Karena vaksin ini diambil dari sel tubuh sendiri. Kemudian, sel darah putih kami biarkan selama lima hari dan setelah lima hari kami kenalkan kepada protein seperti yang dipunyai oleh protein virus,’’ jelasnya.
Melalui proses itu, lanjut Jonny, sel darah putih memiliki memori terhadap virus Covid-19. Dengan begitu, apabila virus itu mencoba masuk setelah vaksinasi dilakukan, tubuh penerima Vaksin Nusantara sudah siap. Vaksin Nusantara juga diklaim minim reaksi atau efek samping. ’’Bisa meminimalkan reaksi alergi,’’ katanya. Sebab, vaksin itu diproses dari darah yang diambil dari tubuh penerima vaksin.
Jonny menyebutkan, total ada 180 orang yang ikut andil dalam uji klinis tahap kedua Vaksin Nusantara. Jumlah itu termasuk rombongan dari DPR yang turut mendukung uji klinis vaksin tersebut. Lewat uji klinis tahap kedua, mereka mencari dosis yang paling optimal untuk memberikan perlindungan kepada penerima vaksin dari serangan Covid-19.
Vaksin Merah Putih
Kemarin BPOM mengunjungi PT Bio Farma yang menjadi salah satu industri farmasi yang melakukan hilirisasi pengembangan vaksin Merah Putih dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. BPOM juga mendatangi Institut Teknologi Bandung yang juga mengembangkan penelitian vaksin Covid-19.
Pengembangan vaksin Merah Putih dilakukan dengan berbagai jenis platform oleh enam institusi. Yaitu, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Airlangga, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung. ’’Pengembangan vaksin Merah Putih dengan berbagai platform akan memberikan pengayaan pengalaman dan juga peningkatan kemampuan peneliti Indonesia untuk penguasaan teknologi vaksin di masa depan,” ungkap Penny.
Dia menegaskan bahwa lembaganya memberi dukungan lewat percepatan akses dan pengawalan pengembangan vaksin. Penny optimistis awal tahun depan Indonesia sudah bisa memproduksi vaksin Covid-19.
