iklan Aksi pengeboman militer Israel ke Jalur Gaza.
Aksi pengeboman militer Israel ke Jalur Gaza.

Suheir al-Arbeed, salah satu warga yang mengungsi menyebutkan butuh makanan dan keperluan untuk bayinya.

“Kami butuh makanan, pakaian, alas tempat tidur, susu, pampers untuk anakku,” ujar ibu yang melahirkan dua minggu lalu itu.

Suheir mengatakan bayinya kerap menangis. “Aku berusaha memberinya ASI, tapi dia tetap kelaparan dan menangis,” lanjutnya.

Perempuan 30 tahun itu adalah satu dari ratusan keluarga yang tinggal di Gaza Utara dan terpaksa pergi dari rumah pada Kamis lalu, karena serangan Israel telah meratakan tempat tinggal mereka dengan tanah.

Mereka melarikan diri dengan berlari tanpa alas kaki dan penuh ketakutan pada malam hari dengan jarak berkilo-kilo meter dari Gaza ke Gaza al-Jadeeda school, salah satu tempat yang dioperasikan UNRWA di bawah kendali PBB.

Sementara itu, dari kubu Israel mengklaim ada 10 warganya yang telah karena serangan balik Hamas, pejuang Palestina yang berada di Gaza.

Berdasarkan data PBB, lebih dari 38.000 warga Palestina di Gaza telah mengungsi dan mencari tempat tinggal sementara di penampungan UNRWA. (pojoksatu/fajar)


Sumber: www.fajar.co.id

Berita Terkait



add images