Selanjutnya, desain itu dicetak. Bagus memakai kertas film dengan ketebalan seperti lembar ijazah pada umumnya. Dengan begitu, sekilas terlihat seperti ijazah asli.
Wildan menerangkan, jual beli ijazah palsu itu tidak dilakukan tatap muka. Tersangka dan pemesan hanya berhubungan jarak jauh. Setelah jadi, ijazah dikirim tersangka ke alamat pemesan.
Menurut Wildan, sistem transaksi itu sengaja dipilih tersangka agar identitasnya tidak terlacak. Sebab, dia berusaha mengaburkan identitas sejak awal. ’’Nama akun untuk memasarkan ijazah palsu di media sosial itu fiktif,’’ imbuhnya.(*)
Sumber: www.jawapos.com
