Penutupan sementara rumah ibadah itu, lanjut mantan Ketum PSSI tersebut, menunjukkan bahwa agama berperan untuk menyelamatkan umat manusia. Sebab penutupan bertujuan menghindarkan masyarakat dari wabah.
“Saya meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan kebijakan ini. Karena bukan hanya tempat ibadah yang ditutup tetapi juga pusat-pusat perbelanjaan seperti mal dan restoran, serta tempat wisata,” ujarnya.
Ditambahkan La Nyalla, Ibadah di masa pandemi ini masih bisa dijalankan di rumah bersama keluarga. Hal itu sekaligus sebagai momentum dalam menjadikan keluarga sebagai basis pembentukan cara berpikir keagamaan yang menjunjung kemaslahatan.
“Situasi saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengajak keluarga berpikir bahwa agama mampu membawa kemaslahatan. Baik kemaslahatan individu, keluarga, masyarakat, hingga kemaslahatan nasional,” ujarnya.
La Nyalla juga ingin tempat ibadah menjadi pelopor lahirnya solidaritas umat untuk saling menjaga dan membantu. Misalnya, digunakan untuk mengkoordinasikan donasi ke lingkungan sekitar yang terdampak Covid-19.
