JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Momen suksesi kepemimpinan di negeri sepucuk jambi sembilan lurah telah masuk babak akhir. Haris-Sani sukses memenangkan kontestasi Pilgub Jambi 2020 dengan mengalahkan CE-Ratu dan incumbent FU-SN.
Meskipun di warnai dengan PSU di beberapa TPS tetap saja pasangan nomer urut 3 ini digdaya sebagai kampiun. Suka cita kemenangan tentu perlu di rayakan oleh Haris-Sani beserta seluruh tim pemenangan/koalisi.
Semua pengorbanan dan rasa lelah terbayarkan kala KPU ketok palu menetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Namun, sejatinya pasca pelantikan nanti justru itu awal Haris - Sani tidak akan bisa tidur nyenyak. Segala beban dan tugas sebagai orang nomer satu Jambi akan berada di pundak pasangan ini.
Belum lagi bicara soal tanggung jawab moral memenuhi janji kampanye. Dalam kondisi normal saja tidak mudah merelisasikannya apalagi sekarang berada dalam masa pandemi Covid-19? Berat dan benar-benar sungguh berat. Makanya tak salah jika Penulis memberi judul tulisan ini beraroma provokatif.
Menurut Penulis, setidaknya terdapat 3 poin yang menjadi alasan. Pertama, di pandang dari relevansi waktu masa jabatan. Waktu 3 tahun akan teramat singkat untuk mewujudkan visi JJambi Mantap dengan 5 Misi pembangunan, 12 Program Prioritas, 12 poit Rencana Aksi beserta puluhan kegiatan pembangunan.
Haris-Sani tentu memerlukan waktu untuk melakukan internalisasi visi misi Jambi Mantap sekaligus konsolidasi dalam pemerintahannya guna menunjang efektifitas maupun efisiensi program kerja yang telah di janjikan. Belum lagi waktu untuk bongkar pasang "kabinetnya" yang baru bisa dilaksanakan pasca 6 bulan pelantikan. Ada rentang waktu yang tidak efektif.
