iklan Pekerja menyortir biji kopi di salah satu gerai kopi di Jakarta, Kamis (25/03). Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan target produksi kopi nasional 2021 sebesar 834.750 ton, naik dari tahun 2020 sebanyak 769,7 ribu ton.
Pekerja menyortir biji kopi di salah satu gerai kopi di Jakarta, Kamis (25/03). Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) telah menetapkan target produksi kopi nasional 2021 sebesar 834.750 ton, naik dari tahun 2020 sebanyak 769,7 ribu ton.

Konsumsi kopi dunia paling besar adalah Uni Eropa 2.415.060 ton atau 24 persen dari total konsumi kopi dunia, Amerika Serikat 1.618.920 ton (16 persen), Brazil 1.344.000 ton (14 persen), Jepang 443.160 ton (5 persen), Indonesia 300.000 ton (3 persen), Rusia 280.680 ton (3 persen), Kanada 240.660 ton (2 persen) dan Ethiopia 227.800 ton (2 persen).

Sedangkan konsumsi kopi di negara-negara eksportir adalah Brazil 1.344.000 ton atau 52 persen total konsumsi negara-negara eksportir, Indonesia 300.000 ton (11 persen), Ethiopia 227.880 ton (9 persen), Filipina 198.720 ton (8 persen), Vietnam 162.000 ton (6 persen), Meksiko 145.200 ton (6 persen), Kolombia 122.700 ton (5 persen), India 89.100 ton (3 persen).

“Tantangan pengembangan kopi adalah adanya black campaign meliputi isu-isu lingkungan, sustainability, HAM, kesehatan, persaingan komoditas, tuntutan mutu dan labeliing,” ungkapnya.

“Alat mesin masih terbatas upaya mengatasinya adalah dengann fasilitasi alat pasca panen dan pengolahan untuk nilai tambah; pembangunan infrastruktur dan penerapan Good Handling Practise,” pungkasnya. (der/fin)


Sumber: www.fun.co.id

Berita Terkait



add images