iklan Vaksin Covid-19 Sinovac. Pemerintah Thailand mengganti strategi. Pemberian vaksin di negara tersebut kini dicampur.
Vaksin Covid-19 Sinovac. Pemerintah Thailand mengganti strategi. Pemberian vaksin di negara tersebut kini dicampur. (AFP)

Gara-gara lonjakan kasus itu, kemarin pemerintah menerapkan lockdown dan jam malam. Itu berlaku di Bangkok dan provinsi di sekitarnya. Mereka membangun 145 tempat pengecekan di 10 provinsi berisiko tinggi. Sebanyak 88 di antaranya di Bangkok.

Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan, varian Delta sudah menyebar ke provinsi lain yang merupakan pusat industri. ”Situasinya mengkhawatirkan,” ujarnya, seperti dikutip Agence France-Presse.

Vietnam juga menerapkan lockdown 14 hari untuk Kota Can Tho, Mekong Delta. Di awal pandemi, Vietnam berhasil mengendalikan situasi dan membuat angka penularan hanya dua digit. Namun, beberapa bulan ini, situasinya berbanding terbalik. Pada Minggu saja, ada 1.953 penularan baru.

Saat ini hanya protokol kesehatan dan vaksin yang bisa menjadi pelindung dari SARS-CoV-2 dengan berbagai variannya. Sayang, tak semua negara memiliki stok yang merata. Taiwan termasuk salah satu yang beruntung. Dua perusahaan teknologi di negara tersebut, TSMC dan Foxconn, berhasil membuat kesepakatan dengan BioNTech untuk membeli 10 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin senilai USD 350 juta atau setara Rp 5,07 triliun itu akan disumbangkan ke pusat komando epidemi Taiwan untuk didistribusikan kepada penduduk.

Taiwan kekurangan vaksin dan mendapat bantuan dari AS. Tiongkok juga menawari memberikan Sinovac, tapi para peneliti menegaskan bahwa itu sama saja dengan bunuh diri.

Sudah bukan rahasia jika pemerintah Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai salah satu provinsi mereka. Padahal, tak pernah sekali pun mereka memerintah Taiwan. Negara kecil tersebut lahir dari perang saudara di Tiongkok antara golongan komunis dan prodemokrasi. Kelompok prodemokrasi itulah yang mundur ke Taiwan dan membangun negara sendiri.


Berita Terkait



add images