Ilustrasi.
Ilustrasi. (Pixabay)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Pemerintah menetapkan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa subsidi gaji akan kembali dicairkan senilai Rp1 juta per pekerja untuk 8,8 juta penerima.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, awalnya anggaran untuk program subdisi gaji sebesar Rp10 triliun. Namun, usai dibahas dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak-pihak terkait, disepakati hanya Rp8,8 triliun.

“Besaran BLT disepakati senilai Rp1 juta per pekerja untuk 8,8 juta penerima. Artinya, anggaran yang bakal terpakai hanya Rp8,8 triliun,” kata Sri Kamis (22/7/2021).

Dengan begitu, kata Sri, sisa anggran BLT subsdi gaji yang tidak terpakai akan dialihkan untuk menambah anggaran Program Kartu Prakerja sebesar Rp1,2 triliun. Artinya, total anggaran program meningkat menjadi Rp31,2 triliun.

“Tambahan anggaran berasal dari sisa anggaran BLT subsidi gaji untuk pekerja formal dengan gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan,” ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menambahkan, BLT subsidi gaji akan diberikan kepada sekitar 8 juta pekerja yang bergaji di bawah Rp3,5 juta per bulan.

“BLT diberikan sebesar Rp500 ribu per bulan untuk dua bulan. BLT akan dicairkan sekaligus dua bulan sehingga buruh akan menerima Rp1 juta. Namun, belum disampaikan kapan BLT akan dicairkan,” kata Ida.

Ida menjelaskan, bahwa calon penerima disyaratkan berstatus WNI dan merupakan penerima upah yang merupakan anggota dari BPJS Ketenagakerjaan sampai Juni 2021.

Kemudian, calon penerima merupakan pekerja di daerah PPKM Level 4 dan merupakan pekerja di sektor terdampak, yakni sektor industri, barang konsumsi, barang jasa terkecuali jasa pendidikan dan kesehatan, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate.


Komentar

Rekomendasi




add images