JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA– Pemerintah Indonesia harus cermati betul penyebab krisis energi yang terjadi di Inggris dalam sepekan terakhir. Indonesia harus mengambil pelajaran, agar tidak mengalami hal serupa.
Pasalnya akhir-akhir ini kebijakan serupa, yakni transisi energi dari fosil ke sumber energi bersih (EBT) tengah hangat-hangatnya dibahas pemerintah.
“Krisis energi di Inggris yang menjalar ke Eropa harus menjadi pelajaran bagi pengelolaan transisi energi kita, terutama terkait semangat untuk menghentikan lebih cepat operasi PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) dan menggenjot EBT (energi baru terbarukan),” kata Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, Kamis (30/9).
Menurutnya, Kementerian ESDM perlu menyusun kebijakan dan program pengembangan ketahanan energi berdasarkan pada kepentingan energi nasional. Bukan sekadar ikut-ikutan tren dunia apalagi didikte pihak pemodal.
“Manajemen energi kita harus benar-benar berdasar pada national interest bukan sekadar latah atau didikte keinginan pihak luar. Karena ujung-ujungnya yang akan merugi dan menjadi korban adalah rakyat dengan menanggung harga energi yang mahal,” imbuh Mulyanto.
Ia menyebut, sebagai bagian dari masyarakat internasional, Indonesia tentu harus mengikuti aturan main internasional yang telah disepakati bersama secara fair.
