iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

Sebab, molornya waktu persiapan memang bukan salah Kantor Urusan Haji.

Maman melihat ada banyak hal yang dipertimbangkan pihak Saudi. Setelah dua tahun pandemi baik sarana, prasarana, para pekerja di semua bidang termasuk evaluasi umrah Ramadhan saat ini yang hampir tidak ada prokes.

“Memang kondisi saat ini adalah keadaan yang tak biasa. Lantaran pandemi membuat situasi serbaberubah, Saudi hingga saat ini masih melakukan pembenahan dan evaluasi dengan memaksimalkan jamaah umrah,” jelas Maman.

Di akhir penjelasannnya, Maman mendorong diseminasi informasi yang gencar kepada calon jemaah haji di Indonesia.

Informasi yang simpang siur membuat publik Tanah Air menjadi bingung. Terutama calon jemaah haji yang berhak berangkat dan sudah 2 tahun berturut-turur menunggu kepastian keberangkatan.

“Kita berharap tahun ini ibadah haji dapat terselenggara mengingat sudah 2 tahun kita tidak bisa melaksanakan ibadah haji karena pandemi Covid-19,” demikian Maman Imanulhaq.

Saat ini Pemerintah Arab Saudi terlihat sedang melihat dan mengevaluasi penyelenggaraan umrah Ramadhan sebagai bahan keputusan penyelenggaraan haji dan jumlah kuota haji seluruh dunia.

Di tengah situasi yang serba tak pasti, Panja Haji DPR RI Komisi VIII terus melakukan pertemuan baik dengan pihak Arab Saudi maupun pihak Indonesia seperti yang dilakukan tadi malam di Mekkah.

Pertemuan dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Ketua Panja, Kapoksi semua Fraksi.

Hadir juga Dubes RI Dr Abdul Aziz Ahmad, Konjen RI Jeddah Eko Hartono, Dirjen PHU Prof Hilman Latif, Kepala BPKH Dr Anggito Ambimanyu, dan Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi. (rmol/pojoksatu/fajar)


Sumber: www.fajar.co.id

Berita Terkait



add images