iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA– Perang Suriah Segera Pecah Pasukan SNA Siap Rebut Tal Rifaat dan Manbij 

Pasukan yang dudukung oleh Turki ini sudah tak dapat menahan diri untuk kembali ke rumah mereka akan mengakibatkan perang Suriah segera pecah.

Pasukan Syrian National Army (SNA) yang didukung Turki mengungkapkan bahwa mengempur pasukan Syrian Democratic Forces (SDF) di Tal Rifaat dan Manbij merupakan kesempatan mereka untuk pulang kerumah memicu perang Suriah segera pecah.

SDF merupakan pasukan oposisi Suriah yang didukung Turki dan mengatakan bahwa pasukan mereka siap jika perang Suriah segera pecah.

Diansir dari aljazeera.com, pasukan SDF telah bersiap di dekat garis depan antara daerah yang dikendalikan oleh Turki dan SDF di Tal Rifaat yang mengisyaratkan perang Suriah segera pecah.

“Tujuannya adalah untuk bersiap jika perang Suriah segera pecah dan menghadapi pertempuran serta menunjukkan kekuatan kami,” kata Jenderal Abdul Salam Hamidi, yang merupakan salah satu komandan Korps Ketiga SNA.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah menyatakan bahwa Tal Rifaat, yang terletak di kantong wilayah yang dikuasai SDF yang dikelilingi oleh wilayah yang dikuasai pemerintah Turki dan Suriah, adalah target operasi.

Selain itu juga kota Manbij yang terletak di timur.

Turki bermaksud untuk memaksa pejuang SDF keluar dari daerah di perbatasan Turki dengan Suriah yang ingin dikontrol oleh Turki sebagai bagian dari zona aman sepanjang 30 kilometer.

Daerah tersebut tersebut merupakan lokasi pengungsi Suriah

Turki telah menguasai sebagian besar wilayah di sepanjang perbatasan setelah memerangi ISIL (ISIS) dan SDF dalam tiga operasi besar sejak 2016.

Namun, wilayah yang dikuasai SDF seperti Tal Rifaat, Manbij dan Kobane tetap berada di luar jangkauan Turki.

PBB menuduh Turki dan sekutu Suriahnya melakukan pelanggaran hak asasi manusia selama operasi 2019 terbaru, yang menargetkan Afrin, di provinsi Aleppo utara.

Pada saat itu, Turki menolak tuduhan itu, dan menyebutnya sebagai tuduhan tidak berdasar.

SDF yang didukung Amerika Serikat sebagian besar terdiri dari YPG, sebuah cabang dari Kurdistan Workers’ Party (PKK), yang oleh Turki, Uni Eropa dan AS telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

“Persiapan untuk pertempuran ini telah berlangsung sejak lama, dan kami tidak berhenti melatih unit kami,” kata Hamidi. (*)


Sumber: Disway.id

Berita Terkait



add images