iklan
Selain El Nino, kondisi kemarau yang nyaris tanpa hujan ini turut disebabkan oleh Indian Ocean Dipole (IOD) yang terjadi di Samudra Hindia. Dari hasil pemantauan, ada anomali suhu muka laut yang menunjukkan kondisi IOD positif dengan besaran indeks positif 1,527. IOD itu diperkirakan tetap positif hingga akhir 2023.

Menurut Dwikorita, perkawinan indeks IOD positif dan El Nino moderat tersebut berpengaruh terhadap pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia.

Akibatnya, kemarau terasa sangat kering. Bahkan, sejumlah wilayah di Indonesia tak mengalami hujan sama sekali.

”Superposisi fenomena El Nino dan IOD positif tersebut menyebabkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia menjadi jauh lebih sedikit dari normalnya. Itulah penyebab kekeringan di Indonesia,” jelasnya.

Lalu, kapan musim hujan tiba? Dijelaskan olehnya, musim hujan berkaitan erat dengan peralihan angin Timuran atau angin dari arah Australia (monsun Australia) menjadi angin Baratan atau monsun Asia. Sementara itu, saat ini yang masih berpengaruh adalah angin dari Benua Australia dari gurun di Australia.


Berita Terkait



add images