Yang mengindikasikan perang bintang , di Dapil 4 Kerinci Sungai Penuh, terkait pengaruh figur dan geopolitik masing-masing Caleg. Bila mencermati perolehan suara partai dari perolehan caleg pada 2019, dibandingkan dengan figur caleg yang maju pada Pileg 2024.
"Dimana kemungkinan perolehan suara Demokrat akan tergerus, mengingat Ezzaty dan Hasani sebagai pendulang suara terbanyak tidak lagi mencalonkan diri. Sedangkan PAN juga akan mengalami hal yang sama, karena Fadli Sudria tidak lagi maju. Namun bisa jadi perolehan suara PAN akan tetap stabil, mengingat disitu ada Yuldi Herman dan Afuan Yuza Putra yang merupakan putra dari Asraf yang pernah menjabat Pj Sekda Kerinci," jelasnya.
Selanjutnya menarik diamati caleg PDIP, dimana partai banteng ini mendapat asupan energi baru, dengan majunya Rucita. Kita tahu sebagai anak dari Wali Kota Sungai Penuh, tentunya ini akan memiliki dampak politik bagi PDIP. Di samping sebelumnya sudah ada pigur Zubir Dahlan sebagai incumben.
"Sementara Golkar dan Gerindra, bisa kita katakan terjadi pergerakan politik yang relatif seimbang. Di Golkar ada Amrizal yang akan mendongkrak perolehan suara, di samping sebelumnya ada Afriodito Umar yang merupakan seorang incumben. Sedangkan di Gerindra dengan adanya Edminudin tentu akan sangat membantu Hakiman dalam mengangkat suara partai," jelasnya.
