iklan TOLAK PT. SAS: Warga ketika menolak pembangunan stokpile batu bara oleh PT. SAS di Kelurahan Aur Kenali.
TOLAK PT. SAS: Warga ketika menolak pembangunan stokpile batu bara oleh PT. SAS di Kelurahan Aur Kenali. (DOK/JE)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pemerintah Provinsi Jambi mengakui penyelesaian penolakan pembangunan stockpile batu bara di Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi, masih alot. Gudang penampungan dan pelabuhan batu bara ini akan dibangun PT. Sinar Anugerah Sukses (SAS) dan saat ini masih ditolak oleh warga setempat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman menjelaskan, masih belum selesai persoalan itu karena belum sinkronnya pemahaman berbagai pihak.

Utamanya, datang dari Pemerintah Kota Jambi yang menilai bahwa rencana pembangunan tak sesuai dengan perencanaan wilayahnya dan terkait kesesuaian perizinan.

"Perizinan sudah ada, dampak lingkungan juga sudah ada. Jadi kalau bicara dampak lingkungan itu sudah bicara tentang dampak rinci bagaimana, dampak debu bagaimana, itu sudah lolos dari kajian lingkungan hidup," sebutnya.

Yang jadi masalah, kata Sudirman, hanya perizinan saja yang belum tersosialisasikan dan terlaporkan dengan baik ke Pemkot sehingga menimbulkan persoalan. "Bahkan, kajian dampak lingkungan yang menjadi salah satu kunci penting pelaksanaan pembangunan sebenarnya sudah dikantongi," tegasnya.

Guna mempercepat penyelesaian permasalahan ini, Pemerintah Provinsi Jambi akan bertemu kembali dengan Pemerintah Kota Jambi dan perwakilan masyarakat setempat. Ini untuk mencarikan solusi terbaik atas persoalan tersebut.


Berita Terkait



add images