JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI — Aparat Polsek Jambi Luar Kota menggelar patroli dini hari guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama Ramadan. Kegiatan berlangsung Selasa malam (24/2) hingga Rabu dini hari pukul 02.00 WIB menjelang waktu sahur.
Patroli difokuskan di sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Langkah ini untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, seperti pungutan liar (Pungli), balap liar, geng motor, hingga tindak pidana C3 (curat, curas, dan curanmor).
BACA JUGA: Ramadan, Fasha Minta SAM Diberi Kewenangan Lakukan Operasi Pasar
Kegiatan dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Jaluko Ipda Budi Setiawan. Ia menyebut patroli sahur menjadi salah satu upaya preventif kepolisian karena aktivitas masyarakat meningkat pada jam tersebut.
“Selain patroli, kami juga memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban umum maupun kekhusyukan warga yang bersiap sahur dan beribadah,” ujarnya.
BACA JUGA: Gubernur Al Haris Tegaskan Daya Saing Daerah Jadi Ukuran Produktivitas dan Kemajuan Ekonomi
Dalam patroli tersebut, petugas mendapati sekelompok remaja membakar ban di tengah Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di depan Rumah Makan Parantian, Kelurahan Pijoan. Aktivitas itu diduga terkait praktik pungli terhadap pengguna jalan.
Personel Unit Reskrim langsung mendatangi lokasi, memerintahkan remaja tersebut memadamkan api, serta memberikan teguran agar tidak melakukan pungli. Kelompok tersebut sempat membubarkan diri, namun kembali berkumpul di lokasi yang sama.
“Kami menemukan sekelompok remaja membakar ban di tengah jalan. Mereka sudah kami bubarkan, tetapi sempat kembali nongkrong dan langsung kami tertibkan lagi. Diduga mereka hendak melakukan pungli,” jelas Ipda Budi.
BACA JUGA: Uang Rp1,7 Miliar Dikembalikan, Kasus Korupsi PJU Kerinci Tetap Bergulir ke Pengadilan
Polisi memastikan kegiatan patroli akan terus ditingkatkan selama Ramadan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Selain penindakan, pendekatan humanis juga dikedepankan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. (wan)
