JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjabtim mulai memperketat pengamanan distribusi gas LPG bersubsidi. Langkah ini dilakukan menyusul munculnya isu aksi bajing loncat yang diduga menyasar kendaraan pengangkut tabung gas di wilayah tersebut.
Meski hingga kini belum ada laporan resmi terkait kejadian itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tanjabtim tidak ingin kecolongan. Upaya pencegahan langsung dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak terkait.
BACA JUGA: Dari Kampung Bersejarah ke Desa Maju, Komitmen Gubernur Al Haris untuk Sekeladi
Kabid Perdagangan Disperindag Tanjabtim, Afrinaldi, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama agen LPG, pihak Pertamina serta pengelola Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Sungai Toman, Kecamatan Mendahara Ulu.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah konkret untuk mengantisipasi potensi pencurian tabung gas, baik yang berisi maupun kosong, saat proses distribusi berlangsung.
BACA JUGA: Kabar Baik! Atlet dan Pelatih KONI Jambi Akan Dapat Perlindungan Asuransi
"Hasil kesepakatan, setiap armada pengangkut LPG bersubsidi akan dipasangi kerangkeng pengaman," ujarnya.
Menurutnya, pemasangan kerangkeng ini dinilai sebagai solusi efektif untuk meminimalisir risiko kehilangan muatan di perjalanan. Pasalnya, aksi bajing loncat berpotensi menimbulkan kerugian bagi agen maupun mengganggu ketersediaan gas di masyarakat.
"Kalau tidak segera diantisipasi, tentu bisa berdampak pada berkurangnya jumlah tabung yang didistribusikan," jelasnya.
Selain pengamanan armada, Disperindag juga mengingatkan ketentuan pengisian tabung di SPPBE. Dimana, setiap pengangkutan wajib memenuhi minimal 560 tabung. Jika jumlah tersebut belum terpenuhi, maka harus dilengkapi terlebih dahulu sebelum pengisian dilakukan kembali.
BACA JUGA: Senyum Warga Batang Asai Sambut Jalan Baru, Gubernur Al Haris Resmikan Akses Impian 88 Kilometer
Tak hanya itu, pengawasan internal di tingkat agen juga diperketat. Disperindag telah berkoordinasi dengan empat agen LPG subsidi di Tanjabtim agar memastikan tidak ada praktik kecurangan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan secara tidak sah.
"Pengawasan ini penting untuk menjaga distribusi tetap sesuai aturan dan tepat sasaran," tandasnya.(lan)
