JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Semangat membangun sinergi antara insan pers dan lembaga pemasyarakatan kembali ditegaskan melalui kunjungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Jambi.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara media dan jajaran pemasyarakatan di Provinsi Jambi.
Rombongan PWI Kota Jambi disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga ruang refleksi bersama terkait peran media dalam membangun citra positif pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut Ketua PWI Kota Jambi Irwansyah menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Kakanwil Ditjen Pas dan jajaran yang mana kami hadir untuk bersilaturahmi dan bersinergi antara PWI dan Ditjen Pemasyarakatan.
BACA JUGA: Terdakwa Pembunuhan dan Perampokan Dituntut 18 Tahun, Keluarga Korban Minta Hukuman Mati
“Alhamdulillah kami selama ini telah bersinergi khususnya pemberitaan,” ungkapnya.
Irwansyah menambahkan bahwa PWI Kota Jambi telah menjalankan program-program kerja baik itu di bidang sosial maupun kegiatan yang berkaitan dengan teman-teman jurnalis diantaranya lomba karya jurnalistik dan lomba foto serta lomba video.
“Tentunya kegiatan tersebut adalah bentuk apresiasi kepada teman-teman jurnalistik dalam mengasah kemampuan sehingga dijadikan momen untuk bisa meningkatkan kualitas,” sebutnya.
BACA JUGA: Ratusan Warga Ikuti Tabligh Akbar, Pemkot Jambi Resmi Luncurkan Program Bahagia Bersalawat
Sementara itu, Kakanwil Ditjen Pas Jambi Irwan Rahmat Gumilar menegaskan bahwa media memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra dalam mendukung program-program pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“PWI Kota Jambi di bawah kepemimpinan Bapak Irwansyah selama ini menjadi salah satu pihak yang mendukung program-program kami. Media adalah mitra strategis kami. Tentu setiap institusi memiliki kekurangan, bahkan setiap individu pun demikian. Namun kekurangan itulah yang menjadi pemicu untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya, Rabu (08/4/2026).
Irwan Rahmat Gumilar menambahkan, pemberitaan yang berimbang dan edukatif sangat dibutuhkan untuk mengubah stigma masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, masih banyak persepsi lama yang melekat, padahal kondisi di lapas saat ini telah jauh berkembang.
“Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi tempat pembinaan. Warga binaan adalah orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Tidak ada satu pun orang yang ingin berada di dalam sana. Ketika mereka diberi kesempatan dan kepercayaan, mereka mampu menunjukkan perubahan yang luar biasa,” jelas Irwan.
