JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Perjuangan tak pernah mengkhianati hasil. Itulah yang kini dirasakan Rizki Asmanda, akrab disapa Eki (23), seorang penyandang disabilitas tunadaksa asal Lawang Agung, Kota Sungai Penuh. Setelah lima tahun berjualan mainan secara berkeliling demi membantu perekonomian keluarga, Eki akhirnya memiliki toko mainan sendiri.
Momen bahagia itu terwujud berkat kepedulian Kapolri yang disalurkan melalui Polres Kerinci dan Polsek Sungai Penuh. Penyerahan kunci toko dilakukan langsung oleh Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Sungai Penuh, AKP Eko Munkoid, S.E., M.H.
BACA JUGA: Dari Forum Internasional IMT-GT, Wali Kota Maulana Perkuat Langkah Kota Jambi Menuju Green City
Tak sekadar menyediakan tempat usaha, jajaran Polres Kerinci juga melengkapi toko tersebut dengan berbagai fasilitas serta stok mainan.
Dengan begitu, Eki kini bisa langsung menjalankan usahanya tanpa harus lagi berjualan dari satu tempat ke tempat lain seperti yang selama ini ia jalani.
Di balik keterbatasan fisik, Eki dikenal sebagai sosok pekerja keras yang pantang menyerah. Selama bertahun-tahun, ia menyusuri jalan demi jalan menjajakan mainan, semata-mata untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Tekad dan semangat juangnya inilah yang akhirnya mengetuk hati banyak pihak.
BACA JUGA: Sidang Korupsi PDAM, Saksi ULP: Penyusunan HPS Pengadaan Sucolite Tanpa Campur Tangan Penyedia
Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Kapolri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang memiliki semangat juang tinggi dalam mencari nafkah.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Bapak Kapolri yang kami implementasikan melalui Polres Kerinci bersama Polsek Sungai Penuh. Saudara kita Rizki (Eki) adalah contoh nyata kegigihan.
Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tidak pernah menyerah. Kami berharap toko ini menjadi penyemangat untuk terus mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Ramadhanil.
BACA JUGA: Al Haris Buka Sosialisasi Akbar Pencegahan IRET, TCC, Perundungan, dan Bahaya Narkoba di Bungo
Ia juga menegaskan, Polri ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang mampu memberikan manfaat nyata, terutama bagi warga yang membutuhkan perhatian.
Suasana penyerahan kunci toko berlangsung penuh haru. Eki bersama keluarganya tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan bahagia atas bantuan yang diterima. Baginya, toko ini bukan sekadar tempat usaha, melainkan awal dari harapan baru.
Kini, Eki tak lagi harus berkeliling menjajakan dagangannya. Ia dapat melayani pelanggan di toko miliknya sendiri dengan lebih nyaman dan aman. Dengan semangat yang sama, Eki berharap usahanya terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan meraih mimpi. (Hdp)
