JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO - Universitas Muara Bungo (UMB) resmi menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu (19/9/2026).
Seluruh rangkaian kegiatan PKKMB selama tiga hari, yang didahului satu hari pra-PKKMB berupa pawai, dilaksanakan di Gedung Kampus UMB, Jalan Lintas Sumatera KM. 06, Kelurahan Sungai Binjai, Kecamatan Bathin III, Muara Bungo.
BACA JUGA: Perampokan di Bungo, Korban Diikat dan Harta Benda Rp64,7 Juta Digondol
Penutupan PKKMB dihadiri jajaran pimpinan UMB, diantaranya Wakil Rektor, Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri Bungo H. Andriansyah, S.E., M.Si., Pembina Harian Yayasan Ramadrian, S.H., Wakil Bendahara Yayasan H. Rendhi Zilfiando, S.E., M.M., para Dekan, Ketua Program Studi, tenaga kependidikan, Kepala Lembaga/UPT, serta dosen.
Rangkaian hari terakhir diawali dengan senam pagi, kemudian dilanjutkan materi dari Lembaga Perpustakaan UMB mengenai minat baca dan penguatan literasi mahasiswa. Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin memengaruhi berbagai bidang kehidupan.
BACA JUGA: Pecah Rekor! 189 Pasangan Meriahkan Danrem 042/Gapu Padel Cup 2026
Pembahasan mengenai AI melanjutkan materi yang disampaikan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UMB, pada hari kedua PKKMB, Jumat (18/9/2026), melalui tema “Kampus di Era Digital”.
Mahasiswa baru didorong untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan literasi digital, dan membangun kemampuan kolaborasi. Perkembangan AI dinilai bukan lagi sekadar gambaran masa depan, tetapi telah hadir dan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Usai materi perpustakaan, mahasiswa mengikuti sesi character building. Materi tersebut diarahkan pada pengembangan karakter mahasiswa agar memiliki kesiapan dalam menjalani proses perkuliahan hingga memasuki dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
BACA JUGA: Oknum PNS di Merangin Diduga Tipu Korban Rp541 Juta Modus Lelang Kendaraan dan Excavator
Dari materi kemudian berlanjut ke kegiatan “UMB Mencari Bakat”. Mahasiswa baru dari 11 program studi yang tergabung dalam empat fakultas mengikuti sejumlah perlombaan, mulai dari yel-yel hingga UMB Idol.
Lomba yel-yel berlangsung meriah dengan kreativitas masing-masing kelompok. Dalam UMB Idol, mahasiswa menampilkan beragam kemampuan, mulai dari membaca puisi hingga bernyanyi dengan iringan musik.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membangun kekompakan dan interaksi antarmahasiswa.
Ketua Panitia PKKMB 2026, Dedi Epridi, S.Sos., M.Si., dalam penutupan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan PKKMB.
Ia melaporkan bahwa UMB telah menyelesaikan rangkaian PKKMB selama tiga hari, yang didahului satu hari kegiatan pra-PKKMB berupa pawai mahasiswa baru.
Rektor UMB Dr. H. Syafrialdi, S.Pi., M.Si., dalam sesi selayang pandang menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PKKMB 2026.
Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar tidak berhenti pada kegiatan PKKMB, tetapi menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk menjalani kehidupan akademik di UMB.
Syafrialdi kembali menggaungkan pesan, yakni “Jangan Basinglah”. Pesan tersebut menjadi pengingat agar mahasiswa tidak menjalani kehidupan kampus secara sembarangan dan serius mengikuti seluruh proses pendidikan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri Bungo H. Andriansyah, S.E., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam bersikap dan tidak melakukan tindakan sembarangan, termasuk tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun mahasiswa lainnya.
Ia juga menyampaikan sosialisasi mengenai Satgas PPKPT sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Mahasiswa diminta segera melapor apabila mengalami atau mengetahui dugaan tindakan kekerasan, baik di lingkungan kampus maupun dalam aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa.
Selain itu, Yayasan mendorong agar mahasiswa baru terus mendapatkan pendampingan selama proses perkuliahan. Pendampingan tersebut dinilai penting agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan kehidupan akademik dan memahami budaya belajar di perguruan tinggi.(aes)
