JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI- Kobaran api menghanguskan kandang ayam dua tingkat milik PT Ciomas Adi Satwa di RT 04, Desa Sungai Bertam, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (20/9) pagi.
Kebakaran yang diduga dipicu dari pemanas kandang itu menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp.1 miliar.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Muaro Jambi, Herman Susilo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kandang tersebut, kata dia,baru saja diisi anak ayam yang usianya masih sangat muda.
BACA JUGA: PKKMB 2026 UMB Resmi Ditutup, Mahasiswa Baru Didorong Adaptif Hadapi Era AI
“Anak ayam, baru masuk tiga hari,” katanya.
Informasi mengenai kebakaran diterima Damkarmat Muaro Jambi dari seorang warga bernama Firman melalui sambungan telepon pada pukul 06.10 WIB. Sementara berdasarkan laporan, api mulai diketahui terjadi sekitar pukul 04.56 WIB.
Begitu menerima laporan, Regu 1 Pos Wilayah Jaluko langsung disiagakan. Lima personel kemudian berangkat menuju lokasi kejadian. Petugas langsung berjibaku melakukan pemadaman pada bagian kandang yang terbakar.
BACA JUGA: Perampokan di Bungo, Korban Diikat dan Harta Benda Rp64,7 Juta Digondol
“Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak menuju lokasi. Sesampainya di tempat kejadian, personel langsung melakukan pemadaman pada kandang yang terbakar,” sampainya.
Tidak hanya memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan proses pendinginan secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun titik api yang masih tersisa dan berpotensi kembali membesar.
“Setelah api berhasil dipadamkan, anggota melakukan pendinginan. Kami pastikan kembali titik-titik yang terbakar supaya tidak ada api yang masih tersisa,” ujarnya.
BACA JUGA: Sabu, Ekstasi hingga Etomidate Bernilai Miliaran Disita, 5 Tersangka Diringkus Polresta Jambi
Dalam proses pemadaman dan pendinginan tersebut, Damkarmat mengerahkan sekitar 16.000 liter air. Lima personel berjibaku di lokasi hingga proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 09.10 WIB.
“Yang kami lakukan bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman setelah pemadaman. Jangan sampai masih ada titik panas yang kemudian menimbulkan api kembali,” jelasnya.
Herman mengatakan, berdasarkan penanganan awal di lokasi, api diduga berasal dari pemanas kandang. Namun, dugaan tersebut masih bersifat sementara.
“Dugaan sementara, api berasal dari pemanas kandang. Untuk penyebab pastinya tentu perlu pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Ia mengingatkan agar penggunaan peralatan pemanas di kandang ayam mendapat perhatian serius, terlebih ketika kandang digunakan untuk anak ayam yang masih berusia sangat muda.
“Kami mengimbau supaya penggunaan pemanas di kandang benar-benar diperhatikan. Peralatan seperti ini harus terus dipantau, terutama saat digunakan dalam kandang yang berisi anak ayam,” tandasnya. (wan)
