JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Dugaan pelecehan verbal dan intimidasi yang dialami seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Jambi menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi mengusut tuntas kasus tersebut secara objektif, transparan, dan memberikan perlindungan kepada korban.
Perhatian itu ditunjukkan Fahrul dengan mendatangi langsung kediaman guru yang diduga menjadi korban, Kamis (6/8/2026). Kunjungan dilakukan setelah ia menerima laporan dari suami korban untuk mendengar kronologi kejadian sekaligus memastikan kondisi psikologis guru tersebut.
BACA JUGA: BIADAB ! Ayah di Batang Hari Setubuhi 2 Anak Kandung Bertahun - Tahun
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami pelecehan verbal dan tekanan di lingkungan kerja yang berdampak pada kondisi mentalnya hingga mengalami trauma.
"Sebagai wakil rakyat, saya merasa perlu turun langsung mendengarkan keterangan korban dan keluarganya agar persoalan ini tidak hanya berhenti pada laporan semata," ujar Fahrul.
Ia mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi segera menemui korban dan memanggil kepala sekolah tempat korban bertugas guna memperoleh klarifikasi serta mengumpulkan fakta secara menyeluruh.
BACA JUGA: Nasib Kontrak PPPK 2027 Masih Menggantung, BKPSDM Sungai Penuh Jemput Bola ke KemenPAN-RB
Menurut Fahrul, setiap dugaan pelecehan verbal maupun intimidasi di lingkungan pendidikan harus ditangani secara serius, profesional, dan transparan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
"Dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi tenaga pendidik. Kami ingin persoalan ini diusut secara objektif. Semua pihak harus didengar keterangannya agar kebenaran bisa terungkap dan korban mendapatkan perlindungan yang semestinya," tegasnya.
Disdik Turunkan Tim
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima informasi.
Menurutnya, tim Disdik telah mendatangi sekolah tempat guru tersebut bertugas serta mengunjungi kediaman korban untuk menghimpun informasi dari berbagai pihak.
Tim yang diterjunkan terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Pengawas Pembina SDN 64 Kota Jambi, serta Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Selain itu, pada Kamis (6/8/2026), Disdik juga berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Kota Jambi.
Sugiyono menegaskan, hasil koordinasi tersebut menyepakati bahwa prioritas utama saat ini adalah pemulihan kondisi psikologis korban.
"Fokus utama kami saat ini adalah pemulihan kondisi psikologis Ibu Guru. Karena yang bersangkutan masih sakit, kami belum dapat memperoleh keterangan secara langsung. Sementara itu, tim terus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak agar penanganan kasus ini berjalan secara objektif," kata Sugiyono.
Ia menambahkan, proses pendalaman masih terus dilakukan dengan menghimpun keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan sebelum mengambil langkah lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelecehan verbal tersebut. Disdik Kota Jambi juga menyatakan proses penanganan masih berlangsung guna memastikan seluruh fakta terungkap secara berimbang. (hfz)
