JAMBIUPDATE.CO, JAYAPURA - Banjir bandang di Jayapura, Papua, tidak hanya menerjang Distrik Sentani tetapi juga terjadi di lima distrik lainnya.

Yakni Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, dan Distrik Depapre.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (30/3), mengatakan banjir bandang telah menyebabkan 113 korban meninggal.

Sebanyak 105 orang di Kabupaten Jayapura dan tujuh lainnya di Kota Jayapura.

Menurut Sutopo, dari 112 meninggal dunia, 77 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Inafis Polri, sedangkan 35 lainnya belum.

"Kebanyakan korban yang belum diidentifikasi adalah pendatang dari luar Papua yang tidak melaporkan diri ke dinas kependudukan atau aparat setempat sebelumnya," katanya.

Menurut dia lagi, dari 77 korban yang sudah teridentifikasi, 52 di antaranya sudah diberikan santunan Rp 15 juta kepada ahli warisnya masing-masing.

Selain meninggal dunia, tercatat sebanyak 961 orang luka-luka akibat banjir bandang tersebut. Sebanyak 153 luka berat dan 808 ringan.

Korban hilang tercatat 17 orang. "Setelah dilakukan pendataan, banyak korban dilaporkan hilang berhasil ditemukan di tempat pengungsian atau telah kembali ke keluarganya tetapi tidak melaporkan ke posko," ujarnya.

Jumlah pengungsi terus berkurang. Saat ini ada 4.763 jiwa atau 963 kepala keluarga mengungsi di 21 titik pengungsian.

Mereka adalah pengungsi dari banjir bandang dan luapan Danau Sentani.

Pengungsi akibat banjir bandang sudah banyak yang pulang, sedangkan yang karena meluapnya Danau Sentani sebanyak 2.854 jiwa atau 759 KK ditempatkan di Pos Lapangan Jembatan Kuning.

Pendataan kerusakan fisik masih terus dilakukan. Data sementara kerusakan akibat banjir bandang adalah 2.287 rumah rusak, 59 sekolah, 5 jembatan, 2 Gereja, 3 kantor pemerintahan, 104 ruko, 1 pasar, 1 puskesmas.

Penanganan darurat masih terus dilakukan. Sebanyak 7.321 personel gabungan masih melakukan penanganan di lapangan.

"Dengan berakhirnya masa tanggap darurat maka sebagian personel akan kembali ke daerahnya," jelasnya.

Antisipasi berkurangnya personel telah disiapkan. Stok logistik untuk menangani pengungsi masih mencukupi hingga 14 hari mendatang.

BNPB masih terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat ini. Selama transisi darurat pun pemerintah akan tetap mendampingi dan memberikan bantuan untuk korban bencana.

Begitu juga bantuan dari NGO, relawan, dunia usaha dan masyarakat masih banyak yang memberikan bantuan. (boy/jpnn)


Sumber: jpnn.com

Komentar

Rekomendasi




add images