iklan Ratusan Warga Blokade Truk Batu Bara di Mestong, Tuntut Jalan KM 36-40 Segera Diperbaiki
Ratusan Warga Blokade Truk Batu Bara di Mestong, Tuntut Jalan KM 36-40 Segera Diperbaiki

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Ratusan warga Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, memblokade seluruh truk pengangkut batu bara yang melintas di ruas Jalan KM 36 hingga KM 40, Sabtu (4/7) malam. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang dinilai telah bertahun-tahun tidak mendapat penanganan serius.

Dengan memadati badan jalan, warga menghentikan seluruh kendaraan angkutan batu bara. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, namun dipenuhi kekecewaan masyarakat yang mengaku lelah dengan janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.

BACA JUGA: Wali Kota Jambi Maulana Raih Penghargaan BKKBN atas Keberhasilan Program GEMAR 2026

Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang, rusak parah, serta dipenuhi debu saat musim kemarau telah mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Kami akan membuka jalan kalau ruas KM 36 sampai KM 40 benar-benar diperbaiki. Sudah terlalu banyak kecelakaan akibat kondisi jalan ini. Kami sudah lelah hanya diberi janji," ujar salah seorang warga.

BACA JUGA: Hasil Piala Dunia 2026: Inggris Kalahkan Meksiko 3-2, Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Perempat Final

Warga menegaskan aksi tersebut bukan untuk menghambat aktivitas perusahaan tambang, melainkan menuntut tanggung jawab terhadap dampak operasional angkutan batu bara yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

"Kami hanya ingin jalan diperbaiki, debu ditangani, dan keselamatan masyarakat diperhatikan. Selama ini yang kami dengar hanya janji," kata warga lainnya.

Kerusakan jalan di ruas tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat. Selain memicu kecelakaan, debu dari lalu lintas truk batu bara juga dinilai mengganggu kesehatan warga yang tinggal di sepanjang jalan.

BACA JUGA: Jalan Tol Betung-Jambi Ditargetkan Rampung 2027, Pembebasan Lahan Mulai Tuntas dan Proyek Dipercepat

Aksi pemblokiran berlangsung hingga akhirnya pemerintah bersama aparat kepolisian berinisiatif mempertemukan seluruh pihak guna mencari solusi atas persoalan tersebut.(wan)


Berita Terkait



add images