iklan
Di tengah kabar menyesakkan kenaikan BBM, Sandiaga membawa kabar gembira karena harga tiket pesawat turun 15 persen. “Saya mengapresiasi semua upaya kementerian dan lembaga. Kabar baik lainnya, ekraf Indonesia sudah 3 besar dunia setelah Amerika dan Korea. Selain itu, Indeks Pariwisata Indonesia sudah melewati Malaysia, Thailand dan Vietnam. Saat ini posisi Indonesia sudah di nomor 32 dunia,” ujarnya.

Semua itu bisa tercapai, kata Sandiaga, berkat 3G (Gercep, Geber, Gaspol - garap semua potensi online), juga semangat kerja 4As (kerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas). “Mari kuatkan semangat kita, bergandengan tangan jangan saling menyalahkan. Kenaikan BBM memang berat, namun saya yakin Jambi dengan tingkat inflasi tertinggi jika punya program yang eoat sasaran dan tepat waktu bisa mengatasi masalah ini,” ujar Super Mentor AKI.

Sandiaga mengatakan, Jambi menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia. “Dengan naiknya harga BBM harus diantisipasi khususnya di destinasi wisata, Untuk itu harus dipastikan produksi dan kelengkapan destinasi tidak terkerek inflasi karena daya beli masyarakat masih terbatas. Untuk itu, kami akan berikan solusi agar menekan biaya produksi, juga pendanaan/permodalan agar arus kas yang terdampak kenaikan BBM diringankan. Dengan kolektif bersama-sama bergandengan tangan diharapkan efek kenaikan BBM tidak terlalu berat. Kami akan berupaya bergerak lebih cepat lagi untuk atasi dampak kenaikan BBM,” ujar Menparekraf

Mantan Ketua HIPMI juga berharap bisa meningkatkan ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia. “Tahun ini diharapkan tembus angka US$25 miliar dolar didominasi produk fashion kriya dan kuliner. Kita ngin produk kuliner makin dikurasi, dipromosi sehingga omzet akan naik,” ujarnya.

Pada pelaksanaan Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) Jambi Menparekraf talkshow Bersama Melati Sesilia (Entrepreneur, Ex JKT48). Melati mempunyai usaha warung Nasi Bakar Kuali Kuning yang viral dan selalu antri pembeli. Di usia 22 tahun dan menjadi sosok idola, Melati pantang malu berjualan di pinggir jalan.

Melati membuat nasi bakar ada 4 rasa, dengan harga mulai Rp16 ribu. “Nasi bakar buatan ibu saya ini konsepnya beda, dibuat dadakan saat ada pesanan jadi fresh,” ujar ex anggota JKT48 yang kini berhasil menjual 500 nasi bakar dengan omzet sekira Rp 10 juta per hari atau Rp 300 juta per bulan.

Memanfaatkan platform TikTok diakui Melati mampu meningkatkan penjualan asi bakarnya. “Awal jualan hanya laku di bawah 10 bungkus. Dengan menggunakan TikTok penjualan naik. Masyarakat kian kenal nasi bakar. Selain enak harganya juga terjangkau,” ujar mahasiswa yang mengambil kuliah jurusan bisnis manajemen yang sejak awal ingin membuka usaha sendiri. “Jualan nasi bakar itu keren. Nggak usah malu, dijalani saja," ujarnya lagi.

Pada kesempatan ini juga Menparekraf memberikan dukungan kepada salah satu peserta AKI, Muhammad Hidayat (Founder Teh Cascara Kerinci). Hidayat (20) merupakan peserta termuda di AKI 2022, dan sekarang masih berkuliah.

Hidayat merintis Cascara Tea Kerinci pada tahun 2020 saat pandemi Covid masih tinggi-tingginya. Saat itu ia berkuliah semester tiga dan mendapat tugas dari kampus membuat minuman fungsional. “Saya lihat bahan bakunya di Jambi banyak. Menggunakan kulit kopi yang tinggi antioksidan rendah kafein dan bagus untuk lambung. Usaha didukung kedua orang tua, khususnya ibu saya,” ujarnya

Sang ibu bahkan mengantarkan Hidayat mencari bahan bakunya. “Saya support dia jadi pengusaha untuk terus belajar dan kuliah. Untuk minuman fungsional itu, semua bahan bakunya semua ada di Kerinci. Saya akan kerahkan para tetangga dan ibu-ibu membantu usaha untuk menciptakan lapangan kerja,” ujar Nelly, ibunda Hidayat yang juga datang mendukung buah hatinya ikut AKI 2022.

Saat ini penjualan Cascara Tea Kerinci mencapai 300-400 kotak sebulan. “Sebenarnya permintaan banyak tapi kapasitas produksi terhalang karena hanya punya satu blender,” kata Hidayat.

Kesempatan itu, Sandiaga Uno juga memberikan bunga kepada Hidayat untuk diserahkan kepada ibunya. Bunga tersebut juga memiliki sejumlah nilai rupiah untuk dibelikan alat pendukung berjualan. “Ini bunga untuk ibunda, yang di dalamnya ada ‘harta karun’ untuk pengadaan alat-alat baru,” ujar Menparekraf saat menyerahkan bunga ke Hidayat untuk selanjutnya diberikan ke ibunda tercinta.

Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 telah memasuki kabupaten/kota ke-14 yang berlangsung di Jambi. Tahun kedua dilaksanakannya program unggulan Kemenparekraf ini dalam rangka membangkitkan kembali perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 Jambi yang dilaksanakan Jamtos Mall diharapkan bisa menjadi wadah promosi yang maksimal untuk produk dan karya terpilih, sehingga pendapatan akan meningkat dan UMKM Kreatif naik kelas. Sebagai kolaborasi mitra strategis transaksi jual-beli di pameran menggunakan Go Pay-GOJEK. (aiz)


Berita Terkait



add images