Saat media ini bertanya mengenai resiko atas pilihannya mundur sebagai PNS karena masuk ke dunia politik, Hadiyandra menjawab dengan tegas.
"Undang-undang telah cukup jelas mengaturnya, dan saya akan taat serta tunduk dengan ketentuan itu.
Namun, menurut saya, inti permasalahan hidup adalah bermanfaatkah kita dalam kehidupan masyarakat. Tentu, untuk menjadi manusia yang berguna bagi orang banyak, maka kita harus membuat pilihan-pilihan cerdas," sebutnya.
"Dalam konsep berpikir tentang kesejahteraan masyarakat, saya ingin menjadi bagian dari konseptor pembangunan negeri yang berpihak kepada kepentingan yang lebih luas, saya ingin memastikan konsep-konsep itu dijalankan dengan baik dan benar, dan saya juga ingin produk-produk akan konsep tersebut menjadi milik dan dirasakan masyarakat luas. Nah, untuk memastikan hal-hal demikian, maka jalur legislatif menjadi pilihan," tambahnya.
Saat ditanya tentang resiko gagal, dengan santai Ketua Kereta Tua Super fc (komunitas legenda-legenda sepakbola Sungai Penuh Kerinci) ini mengatakan bahwa setiap pilihan pasti beriringan dengan resiko. Ikhtiar/ berjuang dengan penuh kesungguhan yang dibarengi restu keluarga, kerabat, dan sahabat, serta doa agar diberikan yang terbaik oleh sang pencipta insya Allah akan menghilangkan keragu-raguan. Kata akhirnya tentulah takdir.
Di penghujung pembicaraan, Hadiyandra mengharapkan dukungan dan ingin ikhtiar ini menjadi milik bersama masyarakat.
"Apabila saya dirasakan layak menjadi petugas rakyat untuk mengemban amanat masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh menuju kesejahteraan bersama, dengan segala kerendahan hati saya mohon doa, restu, dan dukungan atas perjuangan ini. Perjuangan bersama untuk kepentingan masyarakat," pungkasnya. (*)
