iklan Kampung Wisata Agroeduwisata Saung Padi di Muara Sabak Dikembangkan, Jadi Destinasi Edukasi dan Pertanian Unggulan
Kampung Wisata Agroeduwisata Saung Padi di Muara Sabak Dikembangkan, Jadi Destinasi Edukasi dan Pertanian Unggulan

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis pertanian melalui konsep agroeduwisata yang menggabungkan kegiatan pertanian dan pendidikan. Program ini menjadi salah satu strategi untuk mendorong pengembangan kawasan Padi Saung Kito di Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak.

Agroeduwisata merupakan konsep yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata guna memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian lokal. Kawasan ini diharapkan menjadi destinasi wisata edukatif yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA: Dugaan Penimbunan 1.000 Dus Minyakita di Jambi, Polda Jambi Sebut Masih Pendalaman dan Belum Ada Unsur Pidana

Menurut Drs. Arman, salah satu keunggulan agroeduwisata adalah kemampuannya meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah hasil pertanian. Dengan adanya kegiatan wisata di area pertanian, petani dapat menjual produk mereka langsung kepada pengunjung.

“Selain itu, petani juga bisa memperoleh pendapatan tambahan dari jasa wisata yang ditawarkan, seperti wisata petik buah maupun wisata belajar bertani,” ujarnya.

Namun di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pengembangan agroeduwisata masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas pendukung. Pembangunan akses jalan, sistem pengairan, serta sarana wisata dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan kawasan Saung Kito.

BACA JUGA: Dalam Sepekan Dua Kebakaran Terjadi, Warga Tanjabtim Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

“Diperlukan investasi dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar pengembangan agroeduwisata di Saung Kito Teluk Dawan dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Saat ini, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanjabtim melalui Bidang Pariwisata tengah menyusun berbagai strategi pengembangan pertanian berwawasan agroeduwisata. Strategi tersebut meliputi pengembangan agrowisata sebagai sarana pendidikan dan promosi pertanian, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan dan promosi, serta pelatihan dan pendampingan bagi petani dalam mengembangkan wisata di lahan pertanian mereka.

Dengan penerapan strategi yang tepat dan dukungan berbagai pihak, sektor agroeduwisata dinilai berpotensi menjadi salah satu sektor unggulan perekonomian daerah.

BACA JUGA: 6 Ide Jualan Takjil Paling Laris Setiap Ramadan, Modal Kecil Untung Besar!

“Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan pertanian berwawasan agroeduwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selain persoalan infrastruktur, tantangan lain yang dihadapi meliputi masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konsep agroeduwisata, keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan informasi, regulasi yang belum sepenuhnya mendukung, serta persaingan dengan sektor pariwisata konvensional yang lebih berkembang.


Berita Terkait



add images