JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Ketua LPKNI (Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia) Kurniadi Hidayat meminta pihak Bulog Jambi untuk menindak tegas Mitra Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjual MinyakKita ke daerah lain. Padahal aturannya, minyak subsidi itu harus dijual ke konsumen akhir bukannya ke pemasok lain.
"Yang jadi masalah mereka menjual ke luar wilayah bahkan dengan harga di atas HET (Harga Eceran Tertinggi). Penjualan wajib kepada konsumen akhir. Karena jika dalam jumlah banyak tidak akan habis jika di jual langsung ke konsumen akhir, maka mereka melempar kepada pemasok lain, " jelas Kurniadi kepada Jambi Ekspres (25/2/2026).
BACA JUGA: RSUD Raden Mattaher Siapkan 186 Tempat Tidur KRIS, Bangunan Lama dan Anggaran Jadi Kendala
Ditanyakan soal viral berita penimbunan 1.000 dus Minyak Kita, Kurniadi menegaskan bukan masalah jumlahnya. Melainkan pelanggaran menjual ke pihak luar daerah yang tidak semestinya yang akan dikejar.
Sementara itu, dari postingan medsos Instagram@Infokabarjambireal yang dilihat Jambi Ekspres, pria yang memperkenalkan diri sebagai Muhammad Haekal Fahlevi Rawi selaku Lurah Penyengat Rendah menanggapi informasi viral dugaan keterlibatannya dalam dugaan penimbunan minyakKita.
BACA JUGA: Wagub Sani: Bazar BKOW Kolaborasi Apik, Ruang Pemberdayaan dan Ruang Kepedulian
Menurutnya itu murni bisnis keluarga dimana RPK atas nama sang istri dan telah berjalan jauh sebelum Haekal menjadi lurah. Dan ia mengaku tak mengambil keuntungan sedikitpun dalam usaha itu.
Namun anehnya pada klarifikasi itu soal Minyak subsidi itu yang sudah beredar ke luar daerah, Haekal yang seorang lurah malah menyebut dirinya akan bergerak. "Terkait barang yang sudah tersebar di beberapa lokasi saya akan berupaya untuk menarik dan meminta kembali sesuai ketentuan yang berlaku, " sebutnya dalam video yang diposting Selasa, 24 Februari 2026 lalu.
Soal jumlah fantastis 1.000 dus, Haekal menyebut RPK istrinya mendapat jumlah sebegitu besar karena pencapaian nnya telah berhasil membantu Bulog menjual beras premium sebanyak 20 Ton.
BACA JUGA: Diduga Hendak Lakukan Pungli, Polisi Bubarkan Remaja Bakar Ban di Jalinsum Muaro Jambi
Sementara itu, pihak Perum Bulog Jambi belum memberikan keterangan resmi. "Saya belum terinfo bang, nanti kalau ada perkembangan terbaru insya allah dikabari ya, "kata Ali selalu Humas Bulog Jambi.
Adapun permasalahan ini telah mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian. Informasi dari narasumber Jambi Ekspres di Pemda menyebut saat ini Polda Jambi telah membahas temuan ini. "Infonya, dirkrimsus ada pertemuan bulog dan satgas pangan sekarang, " sebut Sumber media ini. (aan)
