iklan Pecah di Kampus Tertua, Bagaimana Konflik Unbari Bermula?
Pecah di Kampus Tertua, Bagaimana Konflik Unbari Bermula?

Di balik nama besar Universitas Batanghari (Unbari), tersimpan sebuah konflik panjang yang selama bertahun-tahun bergerak senyap di balik dinding kampus. Perseteruan yang bermula dari sejarah pendirian yayasan, perubahan regulasi, hingga munculnya dua entitas dengan nama yang hampir sama itu, pada akhirnya meledak ke ruang pengadilan dan menyeret salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Jambi ke pusaran sengketa hukum.

Di Jalan Slamet Riyadi, kawasan Sungai Putri, Kota Jambi, aktivitas Universitas Batanghari selama puluhan tahun tampak berjalan sebagaimana mestinya. Mahasiswa datang dan pergi mengikuti perkuliahan, dosen mengajar, sementara pegawai menjalankan roda administrasi kampus.

BACA JUGA: Saat Raker Bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Al Haris Terus Perjuangkan Nasib P3K Penuh Waktu dan Paruh Waktu

Namun di balik rutinitas akademik tersebut, sebuah konflik besar perlahan tumbuh.

Apa yang semula hanya bergulir di ruang-ruang rapat yayasan, dokumen administrasi, dan komunikasi internal, lambat laun berkembang menjadi pertarungan terbuka mengenai legalitas, kewenangan, dan pengelolaan kampus. Nama besar Unbari—yang selama ini dikenal sebagai salah satu simbol pendidikan tinggi swasta di Jambi—akhirnya masuk ke meja hijau.

Dalil Pengambilalihan Pengelolaan Kampus Diterima

BACA JUGA: Seleksi Dewan Pengawas Perumda TSB Sarolangun 2026 Diikuti Tiga Pejabat Pemkab

Konflik itu resmi tercatat dalam register Pengadilan Negeri Jambi pada 12 April 2023 melalui perkara Nomor 50/Pdt.G/2023/PN Jmb.

Penggugat dalam perkara tersebut adalah Yayasan Pendidikan Batanghari Jambi, sementara pihak tergugat adalah Yayasan Pendidikan Jambi.

Pada dasarnya, perkara ini mempertanyakan satu hal mendasar: siapa yang memiliki legitimasi sah untuk mengelola Universitas Batanghari?

BACA JUGA: Skenario Pemulangan Jamaah Haji : Kota Jambi Diarahkan ke Kantor Wali Kota, Muaro Jambi Ada Titik Kumpul, Tanjabtim Menginap

Namun untuk memahami bagaimana sengketa itu bermula, cerita harus ditarik jauh ke belakang, bahkan hampir lima dekade lalu.

"Konflik ini tidak lahir dalam semalam. Akar persoalannya berasal dari sejarah panjang yayasan yang berdiri sejak tahun 1977," kata Monang Hamonangan, kuasa hukum Yayasan Pendidikan Batanghari Jambi.

Dari Yayasan Keguruan Menjadi Universitas Besar

Berdasarkan dokumen gugatan, sejarah bermula pada 12 Mei 1977 ketika didirikan Yayasan Pendidikan Keguruan Jambi melalui Akta Nomor 9 yang dibuat di hadapan notaris di Jambi.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 19 November 1977, nama yayasan tersebut berubah menjadi Yayasan Pendidikan Jambi.

Pada masa itu, pilihan pendidikan tinggi di Provinsi Jambi masih sangat terbatas. Yayasan tersebut kemudian membangun lembaga pendidikan yang berkembang dan menjadi cikal bakal Universitas Batanghari.

Perjalanan kampus terus berlanjut. Pada 1 November 1985 diterbitkan keputusan pendirian universitas, sebelum akhirnya pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengesahkan perubahan bentuk lembaga pendidikan tersebut menjadi Universitas Batanghari.

Seiring waktu, Unbari berkembang pesat. Fakultas demi fakultas bertambah, mulai dari ekonomi, hukum, keguruan, teknik hingga pertanian. Program studi baru terus dibuka untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat Jambi yang semakin meningkat.


Berita Terkait



add images